sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia masih membutuhkan 2,4 juta guru

Tahun ini, pemerintah berupaya mengangkat guru honorer menjadi PPPK dengan memberikan berbagai kemudahan.

Raihan Putra Tjahjafajar
Raihan Putra Tjahjafajar Jumat, 23 Sep 2022 07:54 WIB
Indonesia masih membutuhkan 2,4 juta guru

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nunuk Suryani mengatakan, rekrutmen pada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru, memberikan dampak yang baik di Indonesia. Khususnya dalam memenuhi guru karena masih banyak daerah yang masih mengalami kekurangan.

Ketika PPPK ini dapat berjalan dengan baik, dia meyakini, maka akan semakin banyak guru yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Indonesia sendiri masih sangat membutuhkan 2,4 juta guru, hal itu melihat dari jumlah siswa, rombongan belajar, dan distribusi satuan penduduk. 

“Berdasarkan jumlah siswa, rombongan belajar, dan distribusi satuan pendidikan, kami membutuhkan 2,4 juta guru,” katanya dalam webinar online, Kamis (23/9).

Sementara pada tahun sebelumnya sudah ada 724.000 guru yang sudah menjadi ASN.

“Dan dengan skema PPPK yang dijalankan pada 2021, penambahannya sudah sangat cepat, sudah ada tambahan 724.000 guru yang bisa memenuhi syarat dengan status sebagai ASN,” kata dia.

Maka dari itu, ia mengungkapkan sedang melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian. Hal ini bertujuan untuk membuat pola baru dalam PPPK. Di mana, pola tersebut dipastikan dilaksanakan dengan terbuka dan tertutup dalam seleksi guru ASN ke depan.

“Yang tertutup kami akan seleksi dari kelas yang sudah diisi guru non-ASN, artinya sudah ada guru di situ. Kemudian seleksi terbuka untuk rombongan belajar yang membutuhkan guru,” ujarnya.

Sponsored

Pemerintah juga berusaha semaksimal mungkin untuk mengupayakan kepada guru honorer memiliki kemudahan terkait PPPK 2022.

“Tahun ini, pemerintah berupaya mengangkat guru honorer menjadi PPPK dengan memberikan berbagai kemudahan,” kata Nunuk.

Ia mengatakan bahwa kemudahan ini berupa seleksi tanpa tes untuk guru prioritas 1 (193.954 guru lulus PG), prioritas 2 (guru honorer K2 yang belum ikut tes maupun tidak lulus PG 2021). Sementara itu, prioritas 3 untuk guru honorer negeri yang mengabdi minimal 3 tahun yang terdata di Dapodik, baik yang tidak lulus PG maupun belum lulus.

Berita Lainnya
×
tekid