sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jenazah remaja SMP pendaki Tampomas dimakamkan bersebelahan

Ketiga jenazah tiba di kediaman masing-masing pada Senin (4/3) dini hari.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 04 Mar 2019 11:47 WIB
Jenazah remaja SMP pendaki Tampomas dimakamkan bersebelahan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Jenazah tiga remaja pendaki Gunung Tampomas yang tewas akibat terkena hipotermia, dimakamkan di Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (4/3). Dua di antaranya dimakamkan secara bersebelahan.

Tiga remaja tersebut adalah Ferdi Firmansyah kelahiran Indramayu 11 Maret 2006, Lucky Parikesit kelahiran Indramayu 28 Februari 2006, dan Agip Trisakti, kelahiran Indramayu 1 September 2004. Seluruhnya warga Blok Kuang, Desa Tugu Kidul, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Dikutip dari pojokjabar.com, jenazah ketiganya tiba di kediaman pada Senin (4/3) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. “Almarhum Agif Trisaksi dimakamkan lebih dahulu, kemudian Lucky Parikesit, kuburan keduanya saling bersebelahan,” kata Alam C.G, tetangga Lucky, Senin (4/3).

Jenazah keduanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Badin, Blok Mundu, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, sekitar Pukul 09.30 WIB. Sedangkan jenazah Ferdi Firmansyah dimakamkan di TPU Blok Gempol Desa Tugu Kidul.

Ketiga remaja tersebut merupakan siswa kelas 7 SMPN 1 Sliyeg, Indramayu. Ketiganya ditemukan tewas di dalam tenda pada jalur pendakian Gunung Tampomas, yang berada di pos 4, Blok Awi Kereteg, Desa Narimbang, Kecamatan Conggeang, Minggu (3/3) sekitar pukul 09.00.

Ketiganya diduga menghembuskan napas terakhir akibat hipotermia. Saat ditemukan, jenazah ketiganya tidur berdekatan dengan hanya memakai kaos dan celana panjang, tanpa jaket dan alas tidur.

Juru Bicara Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Joshua Banjarnahor mengatakan, pakaian yang mereka kenakan dalam kondisi basah saat ditemukan.

"Posisi korban meringkuk, kemungkinan menahan dingin," kata Joshua. (Ant)

Sponsored
Berita Lainnya