close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi anak-anak Indonesia. Foto: unsplash.com
icon caption
Ilustrasi anak-anak Indonesia. Foto: unsplash.com
Nasional
Sabtu, 17 September 2022 10:44

KB setelah persalinan turunkan stunting

KB pascapersalinan sangat berperan dalam menekan prevalensi stunting nasional.
swipe

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menerapkan program Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan. Program ini adalah upaya percepatan penurunan stunting nasional.

Direktur Bina Akses Pelayanan KB BKKBN, Zamhir Setiawan mengatakan, program ini akan menuntun masyarakat untuk menjarangkan kehamilan dengan mengatur jarak kelahiran. Angka kematian ibu dan bayi juga diharapkan dapat turun.

“Ini kan dalam rangka menjarangkan kehamilan, mengatur jarak kelahiran, untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Nah sekarang dengan adanya program percepatan penurunan stunting itu salah satu strateginya adalah KB pascapersalinan,” kata Zamhir dalam keterangan, Sabtu (17/9).

Zamhir meyakini, KB pascapersalinan sangat berperan dalam menekan prevalensi stunting nasional. Angka prevalensi yang saat ini masih 24,4%. 

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan target 14% angka tersebut turun. Batas waktu yang diberikan hingga 2024.

“KB pascapersalinan menangani sekitar 3,6 juta balita stunting. Mencegah atau menjaga lahirnya sekitar 20 juta bayi agar tidak stunting,” ujarnya.

KB pascapersalinan merupakan upaya pencegahan kehamilan dengan menggunakan metode atau alat atau obat kontrasepsi segera setelah melahirkan sampai dengan 42 hari atau 6 minggu setelah melahirkan. 

Zamhir menjelaskan, BKKBN menargetkan 70% ibu yang melahirkan dapat mengikuti KB pascapersalinan. Namun, untuk ibu yang melahirkan di rumah sakit targetnya adalah 100%.

“Untuk metodenya memang diarahkan untuk metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) apakah IUD, implan atau MOW untuk yang sudah tidak ingin punya anak lagi,” ujarnya.

Namun Zamhir menegaskan, jika akseptor belum siap untuk melakukan KB metode MKJP, mereka bisa mengganti metode KB yang lain agar tidak mengganggu stimulus ibu dalam memberikan ASI kepada anak baru dilahirkannya. Jenis KB tersebut bisa berupa pil atau suntik.

Oleh karena itu, peran penyuluh KB sangat penting untuk memberikan edukasi kepada akseptor terkait kontrasepsi apa yang cocok digunakan untuk KB pascapersalinan.

Zamhir menegaskan, upaya peningkatan KB pascapersalinan dapat mencapai target jika seluruh pihak ikut membantu program ini, antara lain adanya kebijakan daerah yang dikeluarkan Pemda setempat, tersedianya materi KB pascapersalinan di fasilitas kesehatan berupa infografis hingga poster, serta sosialisasi kepada tenaga medis dan kesehatan secara berkesinambungan. 

Artikel ini ditulis oleh :

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan