close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi vaksin/Alinea.id/Oky Diaz
icon caption
Ilustrasi vaksin/Alinea.id/Oky Diaz
Nasional
Rabu, 23 November 2022 08:45

Kemenkes jelaskan kombinasi jenis vaksin untuk booster kedua bagi lansia

Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua adalah vaksin yang telah mendapatkan EUA dari BPOM dan rekomendasi ITAGI.
swipe

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan surat edaran (SE) tentang vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua. Vaksin booster Covid-19 kedua akan diberikan bagi masyarakat kelompok berusia lanjut di atas 60 tahun.

Juru bicara Kemenkes, Mohammad Syahril mengatakan, vaksin booster kedua dapat diberikan dalam kurun waktu minimal enam bulan sejak menerima suntik booster pertama.

"Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua adalah vaksin yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM dan rekomendasi ITAGI, serta memperhatikan vaksin yang tersedia di masing-masing daerah," kata Syahril dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (23/11).

Syahril menjelaskan, ada beberapa jenis vaksin yang dapat digunakan untuk vaksinasi booster kedua bagi lansia. 

Untuk lansia yang menerima booster pertama menggunakan vaksin Sinovac, maka di booster kedua dapat menerima vaksin AstraZeneca dengan dosis 0,25 ml, vaksin Pfizer dengan dosis 0,15 ml, atau Moderna dengan dosis 0,5 ml.

Selain ketiga jenis vaksin tersebut, lansia yang menerima booster dengan vaksin Sinovac juga dapat diberikan booster kedua menggunakan vaksin Sinopharm, Sinovac, atau Indovac dengan dosis 0,5 ml.

"Kombinasi vaksin untuk booster pertama AstraZeneca, di booster kedua dapat diberikan vaksin Moderna separuh dosis atau 0,25 ml, vaksin Pfizer dengan dosis 0,15 ml, atau AstraZeneca dengan dosis 0,5 ml," ujar Syahril.

Kemudian, untuk lansia yang menerima booster pertama dengan vaksin Pfizer, dapat diberikan booster kedua menggunakan vaksin yang sama dengan dosis penuh atau 0,3 ml. Bisa juga diberikan vaksin Moderna dengan dosis 0,25 ml, atau vaksin AstraZeneca debgan dosis 0,5 ml.

Lalu, apabila menerima vaksin Moderna saat vaksin booster pertama, kombinasi untuk booster kedua yakni dapat diberikan vaksin Moderna dengan dosis 0,25 ml, atau vaksin Pfizer dengan dosis 0,15 ml.

Berikutnya, kombinasi untuk penerima booster pertama menggunakan vaksin Janssen (J&J), dapat diberikan vaksin yang sama atau juga vaksin Pfizer dengan dosis 0,5 ml. Opsi kombinasi lain yakni diberikan vaksin Moderna separuh dosis atau 0,25 ml.

Sementara, untuk lansia yang menerima booster pertama dengan vaksin Sinopharm, dapat diberikan booster kedua dengan vaksin Sinopharm atau Zifivax dengan dosis 0,5 ml.

"Kombinasi untuk booster pertama vaksin Covovax, dapat diberikan vaksin Covovax sebagai booster kedua dengan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml," ujar Syahril.

Pemberian vaksin booster Covid-19 kedua bagi lansia ini dilakukan sebagai upaya mitigasi peningkatan kasus dan munculnya subvarian baru. Hal ini juga merupakan langkah pemerintah untuk menggenjot cakupan vaksinasi Covid-19 baik dosis lengkap maupun booster.

Artikel ini ditulis oleh :

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan