logo alinea.id logo alinea.id

KPAI - PB Djarum sepakati tiga hal, audisi 2020 belum tentu digelar

Kesepakatan dicapai dalam pertemuan yang berlangsung di Kemenpora.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Kamis, 12 Sep 2019 14:33 WIB
KPAI - PB Djarum sepakati tiga hal, audisi 2020 belum tentu digelar

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pertemuan dengan pihak Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum. Dalam pertemuan yang dipimpin Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di kantornya, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri polemik seputar audisi bulu tangkis yang diselenggarakan PB Djarum. 

Pihak KPAI diwakili oleh Ketua KPAI Susanto, sementara PB Djarum diwakili oleh salah satu pengurusnya, Lius Pongoh. Turut hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Achmad Budiharto.

“Pertemuan ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari solusi agar audisi bulu tangkis tetap berjalan secara berkesinambungan, dengan sejumlah catatan penting dan harus sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Imam dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (12/9).

Pertemuan ini menghasilkan tiga kesepakatan terkait audisi atlet bulu tangkis yang diselenggarakan PB Djarum. 

Pertama, PB Djarum menghapus penggunaan logo, merek, dan brand image produsen rokok Djarum dari audisi yang mereka selenggarakan. Nama Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 akan diubah menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis.

Kedua, KPAI sepakat untuk mencabut surat mereka tertanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi Djarum.

Hanya saja, PB Djarum belum memastikan audisi ini akan kembali diselenggarakan pada 2020. Namun ketiga belah pihak menyetujui kesepakatan ketiga, yaitu memberi kesempatan pada PB Djarum untuk mempertimbangkan hal tersebut.

“Kemenpora, KPAI dan PBSI, sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk melakukan konsolidasi secara internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya, dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil pada pertemuan hari ini," kata Imam.

Sponsored

Dia juga mengatakan, audisi bulu tangkis yang digelar PB Djarum memiliki peran penting dalam pengembangan olahraga ini di Tanah Air. Pertama, memberi jaminan atas ketersediaan atlet-atlet bulu tangkis usia muda secara selektif dan berjenjang, yang menyumbangkan proses pembibitan atlet bulu tangkis nasional.

“Kedua, karena cabang olah raga bulu tangkis masih menjadi salah satu cabang olah raga penyumbang utama perolehan medali di sejumlah event olah raga internasional. Ini yang menjadi alasan utama adanya audisi bulu tangkis," kata Imam.

Sebelumnya, PB Djarum menyatakan tak akan lagi menggelar Audisi Umum Beasiswa PB Djarum. Keputusan tersebut dilandasi rekomendasi KPAI, yang menilai adanya eksplotasi anak dalam penyelenggaraan audisi. 

Hal ini sempat menjadi polemik, terutama di kalangan para pecinta bulu tangkis. Mereka menyayangkan keputusan PB Djarum, karena audisi tersebut telah melahirkan banyak juara bulu tangkis yang mengharumkan Indonesia di dunia internasional. (Ant)