sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lagi, mahasiswa dan buruh gelar aksi tolak kenaikan harga BBM hari ini

Unjuk rasa akan dipusatkan di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Selasa, 13 Sep 2022 09:02 WIB
Lagi, mahasiswa dan buruh gelar aksi tolak kenaikan harga BBM hari ini

Ribuan mahasiswa dan buruh dijadwalkan akan kembali menggelar aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta, Selasa (13/9). unjuk rasa dilakukan Dema Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta serta Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) dan Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI). 

"Totalnya 1.900 orang bakal gelar aksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, kepada wartawan, Selasa (13/9).

Endra menyebut, ribuan aparat gabungan disiagakan guna mengamankan aksi tersebut. Aparat gabungan berasal dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta. "Ada 6.142 personel."

Titik aksi akan berlangsung di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta Pusat. Namun, massa buruh akan terlebih dahulu berunjuk rasa di depan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

"Selanjutnya, KPBI akan bergabung dengan GEBRAK di Patung Kuda," ucapnya.

Pemerintah resmi menaikkan harga BBM jenis Pertalite, solar, dan Pertamax per 3 September. Salah satu alasannya, nilai subsidi dan kompensasi sektor energi yang dikucurkan membengkak dan distribusinya salah sasaran.

Kebijakan tersebut pun disambut seraingkan gelombang aksi oleh berbagai elemen masyarakat di berbagai daerah. Terakhir, pada Senin (12/9), massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tanah Air, yang didominasi mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun Bogor, mengadakan demonstrasi di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Massa terpusat di depan Gedung Sapta Pesona. Sementara itu, di sisi Jalan Medan Merdeka Barat lainnya, aksi dilancarkan massa Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR).

Sponsored

Koordinator aksi BEM Tanah Air, Alfath Nur Fauzan, menyatakan, ada 4 tuntutan yang dibawa pihaknya. "Pertama, menolak dengan tegas kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi karena akan memperburuk ekonomi rakyat."

Menurutnya, dampak kenaikan harga BBM bakal dirasakan publik, khususnya masyarakat menengah ke bawah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab, mereka belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19.

Kemudian, menuntut penundaan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara agar anggarannya dialihkan untuk stabilisasi sosial ekonomi masyarakat. Lalu, mendesak pemerintah merealokasi anggaran belanja kementerian/lembaga yang tidak produktif.

Selain itu, BEM Tanah Air mendorong pemerintah memastikan energi berbasis minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri terpenuhi secara mandiri tanpa terpengaruh kenaikan harga global.

Berita Lainnya
×
tekid