sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Longsor tambang emas di Solok Selatan, 7 warga meninggal

Tanah longsor di lokasi tambang emas itu terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu (9/5) sore.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 11 Mei 2021 08:57 WIB
Longsor tambang emas di Solok Selatan, 7 warga meninggal

Longsor tambang emas di Kimbahan Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) pada Senin (10/5) telah menyebabkan tujuh warga meninggal dan dunia. Selain itu, sembilan warga mengalami luka-luka dan satu orang masih dalam pencarian.

Berdasarkan laporan dari Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan Fikri, tanah longsor di lokasi tambang emas itu terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak Minggu (9/5) sore hingga Senin (10/5) dini hari.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Solok Selatan bersama unsur TNI, Polri dan masyarakat mengevakuasi dan membawa korban dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuju Puskesmas Bidar Alam.  “Medan yang cukup sulit untuk evakuasi korban dari TKP ke mobil rescue (pertolongan),” ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5).

Merujuk laporan secara visual Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bebatuan berukuran besar, material tanah, dan beberapa potongan batang kayu masih terlihat di lokasi kejadian. Sebuah alat berat jenis eskavator yang diduga milik penambang juga masih ada di lokasi tersebut.

Sponsored

Kabupaten Solok Selatan termasuk dalam wilayah yang memiliki potensi risiko bencana tanah longsor dalam indeks kategori sedang hingga tinggi. Dalam data InaRisk BNPB, terdapat tujuh wilayah kecamatan yang masuk dalam Kawasan Risiko Bencana tanah longsor dengan luas bahaya mencakup hingga 208.764.

Sementara itu, hasil analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang ekuatorial lainnya. Kondisi tersebut dapat menimbulkan potensi hujan dengan indeks kategori sedang hingga lebat terhitung mulai tanggal 10-17 Mei 2021.Provinsi Sumatera Barat diperkirakan terdampak potensi cuaca tersebut. BMKG juga menambahkan bahwa untuk tiga hari kedepan, dampak banjir/bandang dengan kategori ‘waspada’ juga perlu diantisipasi.

Khususnya, untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Papua.

Berita Lainnya