sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lubang raksasa di Sukabumi terus membesar

Warga diimbau untuk menjauhi area lubang raksasa tersebut.

Christian D Simbolon
Christian D Simbolon Minggu, 28 Apr 2019 21:02 WIB
Lubang raksasa di Sukabumi terus membesar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Luas lubang berukuran raksasa yang muncul tiba-tiba di Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, terus membesar. Diameter lubang raksasa tersebut tercatat telah mencapai 30 meter hingga Minggu (28/4) sore tadi.

"Awalnya diameternya hanya 16 meter, sekarang sudah sekitar 30 meter karena terus terjadi longsor pada dinding lubang itu," kata Ketua RW 02 Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Deni Rahayu Hamzah.

Area sekitar lubang tersebut saat ini sudah diberi garis polisi agar warga tidak mendekat ke lokasi. Pasalnya, getaran luruhan dinding lubang kerap dirasakan warga setempat. Warga pun khawatir lubang terus membesar hingga memutus jalan penghubung desa yang jaraknya sekitar 10 meter dari tepi lubang. 

Dihubungi terpisah, Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengimbau agar warga yang rumahnya tak jauh dari lubang raksasa itu mengungsi. 

Sponsored

"Tidak menutup kemungkinan luasnya akan membesar apalagi curah hujan cukup tinggi. Kami mengimbau kepada warga untuk selalu waspada apabila mendengar suara gemuruh dari lokasi untuk pergi menjauh," kata dia. 

Berbasis hasil kajian sementara, Kepala Tim Tanggap Darurat Pergerakan Tanah Badan Geologi Jabar Edy Mulyadi mengatakan, pembentukan lubang raksasa di Kampung Legoknyenang, Kabupaten Sukabumi akibat aktivitas sungai bawah tanah.

"Sebelum tertimbun tanah karena aktivitas gunung berapi, di lokasi lubang yang berada di Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit terdapat aliran sungai. Namun, karena tertimbun tanah akhir sungai itu hilang dan ternyata aktif lagi dengan mengeluarkan air banyak sehingga terjadilah pembentukan lubang itu," katanya. (Ant)

Berita Lainnya