logo alinea.id logo alinea.id

Aksi massa di Gedung Merah Putih KPK Ricuh

Saat massa hendak masuk dalam gedung dan melepas kain hitam yang menutup logo KPK, polisi dan pegawai menghadang.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Jumat, 13 Sep 2019 15:38 WIB
Aksi massa di Gedung Merah Putih KPK Ricuh

Aksi unjuk rasa di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan oleh massa yang tidak dikenal berbuntut ricuh pada Jumat (13/9).

Awalnya, mereka menyampaikan aspirasinya untuk mendukung RUU KPK yang diusulkan oleh DPR RI dapat disahkan. Bahkan mereka mengucapkan selamat kepada Ketua KPK terpilih Firli Bahuri.

"Selamat kepada Pak Firli yang telah terpilih menjadi Ketua KPK," seru sang orator, di atas mobil.

Keributan bermula saat sang orator yang berada di mobil orasi memerintahkan kepada para peserta aksi untuk merangsek masuk ke dalam gedung Merah Putih KPK, guna melepaskan kain hitam yang menutupi logo KPK.

"Kami minta kain hitam yang menutup logo KPK itu dilepas. Karena ini gedung punya negara, bukan LSM, atau pegawai KPK. Mari kawan-kawan kita lepas kain hitam itu," ujar sang orator.

Namun niat mereka dihadang oleh petugas kepolisian dan pegawai KPK. Buntutnya kericuhan tidak terhindarkan. Massa aksi pun semakin beringas, mereka membakar karangan bunga yang terjejer rapi di depan gedung Merah Putih KPK.

Tak hanya itu, para demonstran pendukung RUU KPK itu melempari batu, botol, hingga bambu ke dalam gedung Merah Putih KPK. Bahkan, para demonstran menyerang awak media yang hendak meliput.

Imbasnya, reporter dan kameramen Beritasatu mendapat bogem-mentah dari para demonstran.

Sponsored

"Tadi reporter saya dipukul. Saya coba bantu, malah saya dicakar. Tutup kamera saya juga lepas," tutur Rio, kameramen Beritasatu.

Dari pantauan Alinea.id, kondisi terkini di depan gedung Merah Putih masih memanas. Beberapa massa aksi masih bertahan di depan gedung Merah Putih KPK.