sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Meninjau call center Covid-19 Pemprov Jatim

Jika tim layanan sibuk, masyarakat bisa langsung berkirim ke WhatsApp.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Selasa, 17 Mar 2020 21:04 WIB
Meninjau call center Covid-19 Pemprov Jatim
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak melakukan peninjauan layanan call center Cangkru'an Kesehatan (Cacak) Jatim. Layanan ini tersedia di Dinas Kesehatan Jawa Timur terkait wabah corona atau Covid-19.

Dengan didampingi Kepala Dinkes Jatim dr Herlin Ferliana, Emil melihat langsung bagaimana tim Cacak ketika ada masyarakat yang ingin melaporkan atau bertanya seputar coronavirus.

Bagi masyarakat yang ingin bertanya soal gejala yang terinfeksi coronavirus dan penanganannya, bisa menghubungi layanan call center di dua nomor yakni, 031–8430313 untuk layanan setiap hari jam kerja. Sedangkan hari libur selama 24 jam bisa menghubungi nomor 081334367800.

Masyarakat akan diberi panduan jaringan rumah sakit yang bisa melayani pasien suspect corona, termasuk tempat yang menyediakan masker.

Emil mengapresiasi langkah Dinkes Jatim yang sudah bekerja sangat keras memberi layanan kepada masyarakat bagi yang ingin tahu penanganan coronavirus. Emil meminta masyarakat tidak khawatir jika layanannya lama karena layanan 'Cacak' juga menggunakan aplikasi WhatsApp. Dengan begitu, jika tim layanan sibuk, masyarakat bisa langsung berkirim ke WhatsApp. Tim layanan juga sudah diatur jadwal piketnya

"Saya tadi sudah meninjau, satu ada yang sedang menggunakan aplikasi WhatsApp for PC sehingga bisa lebih mudah untuk memantau," ujar Emil usai meninjau, Selasa 17 Maret 2020.

Tim layanan juga menggunakan HT agar dapat terhubung dengan Dinas di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Emil menilai layanan 'Cacak' ini sudah membangun jaringan antar daerah. Bahkan Dinas Kominfo Jatim akan membuat sistem baru lagi untuk melayani segala bentuk keluhan kesehatan publik.

"Kalau sudah langsung bisa diberikan ke Dinas Kesehatan dan disini kita bisa telepon call center. Sehingga bisa  memetakan lokasi data-data baik ODP (Orang Dalam Pengawasan) maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Dinkes Jatim bisa setiap hari update," tuturnya.

Sponsored

Emil memastikan petugas layanan sudah mendapatkan perlindungan, seperti halnya masker.

"Kami tidak boros menggunakan masker. Masker digunakan kalau ada situasi urgen," jelasnya.

Emil sendiri mengaku tidak menggunakan masker karena meyakini tidak terinfeksi coronavirus. Meski demikian, Emil tetap menjaga jarak dengan orang lain.

Berita Lainnya