close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Makassar, Sabtu (14/11)/Foto Humas Kementan.
icon caption
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Makassar, Sabtu (14/11)/Foto Humas Kementan.
Nasional
Minggu, 15 November 2020 20:56

Mentan: Penguatan kompetensi pemuda melalui teknologi hal mutlak

Pelemahan perekonomian akan terjadi, namun tidak di sektor pertanian.
swipe

Generasi muda harapan bangsa dituntut kreatif dengan menggunakan teknologi sebagai celah untuk maju dan tumbuh di tengah ketidakpastian akibat pendemi Covid-19.

"Eramu tersedia, era yang serba uncertain, tapi dengan tingkat kapasitas kritis dan kreatif, didukung behavior yang kuat, membutuhkan keringat, kaum muda bisa menjadi sukses menghadapi ini semua," kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat memberikan kuliah umum bertema "Penguatan Kompetensi Agropreneur Mahasiswa Menuju Swasembada Pangan Indonesia", di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (14/11).

Mentan Syahrul menyebutkan, penguatan kompetensi diri generasi muda untuk bergelut pada teknologi adalah hal yang mutlak, dan sektor pertanian merupakan bidang yang memiliki celah untuk pengembangan produktif tersebut.

"Pelemahan perekonomian akan terjadi, namun pertanian tidak, dikarenakan sudah menjadi bukti, pertanian sudah menyumbang 16,4% PDB pertumbuhan ekonomi, di mana semua sektor turun kecuali kita," imbuhnya.

Pada kegiatan memperingati Hari Pahlawan tersebut, Mentan memaparkan pembabakan fase di mana pertanian kini bersiap memasuki gerbang digitalisasi industri 4.0, dan sedikit demi sedikit telah meninggalkan pola-pola lama yang dilakukan oleh para petani sebelumnya dan hal tersebut merupakan peluang berkreasi.

"Pertanian dulu menghadirkan cangkul, itu industri babak pertama, dan ada traktor dan hand traktor, di era induatri kedua. Era ketiga ada teknologi informasi dan elektronik yang diterapkan pada sistem produksi, dan sekarang masuk industri 4.0, pemuda Indonesia harus masuk ke situ," tegas Mentan Syahrul.

Ke depan, jelas Mentan, mereka yang menguasai teknologi maka akan mememenangkan persaingan, mulai dari artificial intelegent, dimensional dan robotik, bioteknologi, nano-teknologi hingga sistem jaringan komputasi.

"Teknologi yang dapat diimplementasikan dalam pembangunan pertanian dapat ditemui pada kemajuan teknologi di era industri 4.0. Bertani besok jangan melihat dengan gaya yang kemarin, bertani besok menggunakan teknologi," ucap Mentan.

Menurutnya, melalui mekanisasi seperti traktor tanpa awak, autonomous traktor, dan robot tanam padi yang ke depan akan digunakan dapat mengintervensi menjadi pertanian dengan mekanisasi yang kuat.

Untuk mengembangkan sumber daya pertanian generasi muda yang profesional, mandiri dan berdaya saing, Kementan mengusung berbagai program diantaranya Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP), Youth Enterpreneurship and Employment Support Services, Kostratani, Duta Petani Milleneal dan Duta Petani Andalan.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNM Makassar, Husein Syam mengamini kekuatan sektor pertanian sebagai pendorong perekonomian bangsa Indonesia di tengah pandemi.

"Bangsa kita saat ini sedang bertahan, dan saat ini yang mampu bertahan ditengah keterpurukan dunia, adalah sektor pertanian." ucap Rektor Husein dalam sambutannya.

img
Fathor Rasi
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan