sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

MUI serahkan fatwa penyelenggaraan ibadah terkait Covid-19 ke JK

Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Selasa, 17 Mar 2020 14:00 WIB
MUI serahkan fatwa penyelenggaraan ibadah terkait Covid-19 ke JK
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menyerahkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah coronavirus (COVID-19) kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI). 

Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tersebut terkait penyelenggaraan ibadah secara berjamaah di masjid, serta tata cara memperlakukan jenazah muslim terinfeksi COVID-19.

MUI berharap fatwa tersebut disosialisasikan ke seluruh masjid di Indonesia. Tujuannya, agar masyarakat memahami bahwa imbauan untuk tidak melakukan ibadah berjamaah di masjid merupakan bentuk langkah pencegahan terhadap wabah corona.

"Penyerahan Fatwa MUI kepada Bapak JK (Jusuf Kalla) sebagai Ketua DMI, kami apresiasi Pak JK karena Pak JK saya kira cukup tanggap, sudah dan akan melakukan langkah-langkah kepada masjid-masjid di daerah, satu masjid dibiayai Rp1 juta untuk kebersihan," ucap Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi di Jakarta, Selasa (17/3).

Masduki berharap tidak ada lagi anggapan bahwa imbauan MUI tersebut untuk menjauhkan umat Islam dari masjid.

"Masih ada pikiran-pikiran konspiratif yang menggejala di masyarakat, yang berpikir 'jangan jauhkan umat Islam dari masjid', ini kan tidak ada persoalan konspiratif. Ini adalah ajaran agama bahwa kita harus menghindari wabah, dan itu hadisnya sahih," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DMI Jusuf Kalla mengatakan pihaknya akan menyusun imbauan lebih teknis yang mengacu pada fatwa tersebut untuk disebarkan ke seluruh masjid di Indonesia.

"Nanti akan kita bahas lagi teknisnya bagaimana, karena semuanya lengkap dengan dalil-dalil dari sisi agama, pelaksanaan teknisnya nanti kita akan pelajari betul lagi," ucap JK.

Sponsored

Sebelumnya, Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin mengungkapkan wajib bagi umat Islam agar melakukan isolasi diri jika terpapar coronavirus jenis baru atau Covid-19.

"Orang yang telah terpapar virus corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain," katanya di Jakarta, Senin (16/3).

Dia menambahkan, bagi mereka yang terpapar corona dan memiliki kewajiban salat Jumat agar menggantinya dengan salat zuhur di kediamannya guna menghindarkan penularan bagi jamaah lain. 

"Baginya haram melakukan aktivitas ibadah sunah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah salat lima waktu, rawatib, salat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar," kata dia.

Menurut dia, setiap orang wajib mengupayakan kesehatan dan menjauhi segala hal yang dapat menyebabkan sakit.

"Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang diyakini dapat menyebabkannya terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama," pungkasnya. (Ant)

Berita Lainnya