sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Nadiem realokasi Rp405 miliar agar RS kampus bisa tangani Covid-19

Anggaran berasal dari alokasi perjalanan dinas dan rapat koordinasi yang tak mungkin dilakukan.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Jumat, 27 Mar 2020 22:04 WIB
Nadiem realokasi Rp405 miliar agar RS kampus bisa tangani Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 257388
Dirawat 58788
Meninggal 9977
Sembuh 187958

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan realokasi atau penyesuaian terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020. Anggaran yang berasal dari setiap unit utama atau program di lingkungan Kemendikbud, dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19 di tanah air.

"Jumlah realokasi anggaran untuk mendukung pencegahan Covid-19 sebesar Rp405 miliar," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/3).

Menurutnya, pengalokasian anggaran itu sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Anggaran yang dialihkan di antaranya berasal dari alokasi perjalanan dinas dan rapat koordinasi yang tak mungkin dilakukan di tengah wabah coronavirus saat ini. Anggaran tersebut dialihkan untuk program penguatan kapasitas 13 rumah sakit pendidikan yang berada di kampus-kampus, dan 13 Fakultas Kedokteran (FK) untuk menjadi subcenter Covid-19.

"Kami ingin memperkuat rumah sakit-rumah sakit pendidikan menjadi subcenter yang bisa melakukan tes hingga 7.600 sampel per hari, dan semua rumah sakit pendidikan mampu menangani pasien Covid-19 sesuai kapasitas yang ada," kata Nadiem.

Realokasi anggaran juga dilakukan untuk menggerakkan relawan mahasiswa untuk kemanusiaan. Nadiem menarget dapat menjaring 15.000 orang elawan yang secara sukarela mendukung upaya mitigasi pandemi Covid-19.

Nadiem merinci, pihaknya menganggarkan Rp60 miliar untuk edukasi Covid-19, Rp250 miliar untuk peningkatan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit pendidikan.

Selain itu, Kemendikbud menganggarkan Rp90 miliar untuk pelaksanaan 150.000 rapid test di lima rumah sakit pendidikan, dan Rp5 miliar untuk pengadaan bahan habis di rumah sakit pendidikan dan fakultas kedokteran yang ditunjuk.

Sponsored

Rumah sakit pendidikan yang segera melakukan penanganan Covid-19 diantaranya tujuh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), yaitu Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Sumatra Utara. Serta enam PTN Non-Badan Hukum, yaitu Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, Universitas Sebelas Maret, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Udayana.

Adapun 13 Fakultas Kedokteran yang segera aktif mendukung penanganan Covid-19 yaitu Universitas Bengkulu, Universitas Jember, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Lampung, Universitas Mulawarman, Universitas Palangkaraya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Tadulako.

Realokasi anggaran tersebut telah disampaikan Nadiem pada DPR, saat Rapat Kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dilakukan melalui video conference hari ini. Dalam Rapat Kerja itu, Komisi X DPR RI juga telah menyetujui realokasi anggaran yang dilakukan Kemendikbud. (Ant)

Berita Lainnya
×
img