sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kompak, Panglima TNI-Kapolri minta prajurit tak ragu divaksin

Masyarakat juga diminta berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 13 Jan 2021 10:50 WIB
Kompak, Panglima TNI-Kapolri minta prajurit tak ragu divaksin

Pemerintah akan memulai program vaksinasi Covid-19 buatan Sinovac hari ini, Rabu (13/1). Presiden Joko Widodo telah dijadwalkan menjadi orang pertama yang disuntik pada sekitar pukul 10.00 WIB di Istana Kepresidenan Jakarta, disusul Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan, Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Ahmad Ishomuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, hingga Kapolri Jenderal Pol Idham Azis.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berpesan kepada seluruh jajaran TNI dan masyarakat agar berpartisipasi dalam program vaksinasi ini.

“Saya juga berharap kepada seluruh prajurit TNI dan masyarakat untuk juga ikut dan sukseskan program vaksin untuk masyarakat Indonesia agar segera terlepas dari bahaya pandemi Covid-19,” ujar Hadi dalam keterangan pers virtual, Rabu (13/12).

Senada dengan Hadi, Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis meminta seluruh aparat kepolisian tidak ragu untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi ini.

“Saya orang pertama di Polri yang melaksanakan vaksin, ini juga pesan kepada seluruh masyarakat bahwa kita semua harus melaksanakan vaksinasi agar kita secepatnya keluar dari situasi pandemi,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menyatakan siap divaksin. Ia berpesan agar rakyat Indonesia bersedia divaksin untuk melindungi keluarga dan tetangganya.

Program vaksinasi, jelas dia, ditujukan untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok). Indonesia, kata dia, turut berpartisipasi dalam pencapaian herd immunity sebesar 70% dari total populasi umat manusia di dunia.

“Partisipasi teman-teman dan seluruh rakyat Indonesia akan menentukan keberhasilan program. Semoga teman-teman saya, seluruh rakyat Indonesia memulai dan mendukung program vaksinasi ini untuk membangun Indonesia dan dunia yang bebas dari pandemi COvid-19. Terima kasih,” tutur Budi.

Sponsored

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar IDI Daeng Muhammad Faqih mengatakan, vaksin Covid-19 dapat mengurangi angka kematian dokter dan tenaga kesehatan yang tergolong tinggi. Pasalnya, dokter dan tenaga kesehatan yang meninggal sudah di atas 500 orang di seluruh Indonesia.

"Jadi, sekali lagi, mari kita laksanakan vaksinasi agar persoalan Covid-19 bisa diselesaikan dengan baik,” ucapnya.

Untuk diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) kepada vaksin Covid-19 Sinovac asal China, Senin (11/1). Efikasi vaksin Covid-19 ini sebesar 65,3%.

Berita Lainnya