close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto Ilustrasi/Pixabay.
icon caption
Foto Ilustrasi/Pixabay.
Nasional
Selasa, 25 Agustus 2020 10:58

AJI sebut pemerintah layak dicurigai terkait peretasan media

AJI Indonesia mengendus ada upaya meredam sikap kritis media.
swipe

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Abdul Manan mengatakan, pemerintah layak dicurigai terkait peretasan sejumlah situs media online. Pasalnya, sasaran peretasan merupakan situs pemberitaan media daring yang cukup kritis.

Di sisi lain, serangan peretasan terstruktur, terencana, dan terkesan bukan dilakukan orang-orang iseng. Misalnya, dalam kasus peretasan Tirto.id, terhapusnya pemberitaan terkait klaim obat Covid-19 menimbulkan kesan sangat kuat keterlibatan pemerintah.

“Ada intensi yang sangat jelas bahwa ini bagian dari upaya meredam sikap kritis media terhadap pemerintah. Karena kita tahu yang menjadi sasaran ini media yang pemberitaannya cukup membuat pemerintah tidak senang. Juga berita-berita lain yang memang mengesankan pemerintah tidak siap (menghadapi pandemi Covid-19),” ujar Manan dalam diskusi virtual, Senin (24/8).

Menurut Manan, peretasan ini merupakan ancaman siber baru yang harus diantisipasi ke depannya. Serangan siber ini dimaksudkan sebagai peringatan kepada berbagai media agar berhenti bersikap kritis dengan mempersoalkan kebijakan pemerintah di tengah pandemi Covid-19.

Jika pemerintah ingin terbebas dari asumsi pelaku peretasan, maka sebaiknya dibuktikan dengan mengusutnya tuntas. Serangan siber terhadap lima situs pemberitaan daring tidak bisa ditoleransi.

“Ada upaya untuk membungkam dengan cara-cara mafia. Bertarung di wilayah gelap,” ucapnya.

Sebelumnya, situs berita Tempo.co diretas pada hari Jumat (21/8) pukul 00.30 WIB. Saat diretas, situs tertutup layar hitam bertulis ‘Stop Hoax, Jangan BOHONGI Rakyat Indonesia, Kembali ke etika jurnalistik yang benar patuhi dewan pers. Jangan berdasarkan ORANG yang BAYAR saja. Deface By @xdigeeembok’.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wahyu Dyatmika mengatakan, sulit untuk mengetahui pemberitaan khusus apa yang diincar peretas. Pasalnya, peretas situs Tempo.co berupaya menghapus semua database pemberitaan.

“Kalau itu terjadi, dan berhasil, maka situs Tempo.co akan tutup paling tidak beberapa hari, tetapi untungnya tim IT kami berhasil mendeteksi si penyusup,” tutur Pemimpin Redaksi Majalah Tempo ini.

Ia pun menjelaskan, pola peretasannya serupa dengan kasus Tirto.id. Seperti yang telah diketahui, peretasan pemberitaan situs daring juga menimpa Tirto.id. Peretas masuk lewat akun email editor Tirto. Lalu, meretas sistem manajemen konten (CMS) dan menghapus sejumlah artikel.

Tim IT Tirto.id menerima kabar artikel klaim temuan obat Covid-19 oleh Unair, BIN, dan TNI Ada telah melangkahi disiplin sains tidak bisa diakses.

Reporter Tirto Haris Prabowo mengabarkan kepada tim IT bahwa artikelnya terkait klaim temuan obat Covid-19 oleh Universitas Airlangga, BIN, dan TNI AD telah melangkahi disiplin sains tidak bisa dibaca pada Kamis (20/8) pukul 23.39 WIB. Ternyata, artikel tersebut telah dipindahkan ke bagian ‘trash’ meski editor artikel itu mengaku tak mengubahnya lagi setelah ditayangkan.

img
Manda Firmansyah
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan