Tiga ledakan diduga bom bunuh diri di Surabaya

Tiga ledakan bom bunuh diri terjadi di sejumlah gereja Surabaya. Muhammadiyah mengutuk keras tindakan terorisme ini.

Tiga ledakan diduga bom bunuh diri di Surabaya Seorang petugas Penjinak Bom (Jibom) melakukan identifikasi di lokasi ledakan yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5)./ Antarafoto

Sekitar pukul 07.15, Minggu (13/5), terjadi ledakan yang diduga bom yang menyasar tiga gereja di Surabaya, yaitu Gereja Santa Maria, GKI di Jalan Diponegoro, dan Gereja Jalan Arjuna. Bom yang meledak diduga merupakan bom bunuh diri.

“Benar ada dugaan ledakan bom. Saat ini kepolisian setempat sedang melakukan upaya-upaya kepolisian, evakuasi korban, pengamanan lokasi,” kata Karo Penmas Mabes Polri, M. Iqbal.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Barung menyatakan kejadian ledakan di tiga tempat tersebut memiliki jeda waktu, yaitu 07.30,kemudian ledakan kedua 07.35, dan terakhir 07.45. Berdasarkan informasi, sudah dua polisi dan 13 masyarakat sipil yang menjadi korban luka-luka, dua orang di antaranya meninggal.

Polisi terus melakukan upaya-upaya pengamanan dengan mensterilisasi tempat kejadian perkara. Barung mengatakan, pihak kepolisian meminta waktu untuk melakukan olah TKP dan memberikan informasi lanjutan.

“Ada tiga kejadian, apa yang dilakukan kepolisian, lakukan penutupan TKP, siapa korbannya, tetapi berikan waktu dulu,” ujarnya.

Muhammadiyah mengutuk pengeboman gereja

Sementara itu, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Surabaya mengecam tindakan pengeboman yang diduga dilakukan teroris di tiga gereja di Kota Surabaya, Minggu pagi.

"Kami Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas pelaku pengeboman," kata Ketua PD Muhammadiyah Surabaya Mahsun Jayadi di Surabaya, Minggu, dilansir Antara.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya mengutuk keras tindakan pengeboman di Kota Surabaya yang selama ini terkenal aman dan damai. "Kami meminta seluruh warga Surabaya untuk waspada dengan menjaga kota ini," ujarnya.

Atas peristiwa ini, kata dia, PD Muhammadiyah Surabaya menyiapkan anggota Kokam untuk membantu penanganan korban. Bantuan tersebut sesuai dengan visi Muhammadiyah yang dengan teguh memperjuangkan puncak kebaikan bagi ummat, bangsa, dan kemanusian.

"Kami sangat menentang peristiwa peledakan bom yang terjadi pagi ini di gereja Surabaya, apa pun motif dan alasannya, siapa pun pelakunya," katanya.
 


Berita Terkait

Kolom

Infografis