sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

TNI AL bantah menelantarkan imigran Rohingya di laut Aceh

TNI AL masih menunggu hasil koordinasi dari instansi terkait lainnya terkait dengan kelanjutan nasib pengungsi Rohingya.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 30 Des 2021 12:44 WIB
TNI AL bantah menelantarkan imigran Rohingya di laut Aceh

Komandan Lanal Lhokseumawe Kolonel Marinir Dian Suryansyah mengaku telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada imigran Rohingya yang kapalnya terdampar di Tuasan/Rumpon perairan utara Aceh dalam kondisi mati mesin. TNI Angkatan Laut (AL) memberi bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan dan beberapa kebutuhan lainnya.

Selain mengamankan wilayah perbatasan perairan NKRI, dalam peninjauannya ke lokasi, Danlanal Lhokseumawe mengklaim, menyalurkan bantuan dari TNI AL hingga pemerintah kabupaten setempat.

“Tidak benar bahwa kita menelantarkan imigran Rohingya akan tetapi menghimbau mereka setelah menerima bantuan kemanusiaan agar segera meninggalkan wilayah Indonesia. Kami juga menawarkan bantuan untuk memperbaiki mesin kapal tetapi mereka menolak bahkan tidak mengizinkan kita mendekat,” ujar Dian dalam keterangannya, Kamis (30/12).

Menurut Dian, membantu memperbaiki mesin kapal, sehingga mereka bisa segera melanjutkan pelayaran menuju negara tujuan adalah hal paling pokok. “Kalau saya lihat, logistik dan kesehatan mereka tidak ada masalah, yang darurat adalah mesin kapalnya mati jadi harus diperbaiki agar bisa segera melanjutkan pelayarannya”, tuturnya.

Sampai saat ini TNI AL masih menunggu hasil koordinasi dari instansi terkait lainnya terkait dengan kelanjutan nasib pengungsi Rohingya yang masih berada di tengah laut.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memutuskan menampung pengungsi Rohingya yang terapung-apung di lautan dekat Kabupaten Bireuen, Aceh. Kapal pengungsi saat itu ditemukan berada sekitar 50 mil laut lepas pantai Bireuen dan akan ditarik ke daratan.

Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Irjen Pol Armed Wijaya mengatakan, keputusan tersebut dibuat setelah mempertimbangkan kondisi darurat yang dialami pengungsi di atas kapal itu. Apalagi, pengungsi Rohingya penumpang kapal tersebut didominasi perempuan dan anak-anak. 

"Atas nama kemanusiaan, akan menampung pengungsi Rohingya yang terapung-apung di atas sebuah kapal di lautan dekat Kabupaten Bireuen, Aceh. Jumlah pasti dari pengungsi tersebut baru akan diketahui setelah pendataan lebih lanjut," ujar Ketua Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) Pusat ini, dalam pers virtual, Rabu, (29/12) malam.

Sponsored

Kemenko Polhukam berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan terkait lainnya dalam penanganan pengungsi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016. Ini agar pengungsi mendapatkan penampungan, logistik, dan akses kesehatan yang dibutuhkan.

Berita Lainnya
×
tekid