sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Piala Asia 2023: Mungkin Samurai Biru lebih segan terhadap Garuda

Jepang akan berseteru dengan duo ASEAN tersebut dan Irak di Piala Asia 2023.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Jumat, 08 Des 2023 13:59 WIB
Piala Asia 2023: Mungkin Samurai Biru lebih segan terhadap Garuda

Jepang harus mampu "menghadapi apa pun" di Piala Asia 2023 jika mereka ingin memenangkan rekor gelar Asia kelima, kata pelatih kepala Hajime Moriyasu. Kata "apa pun" yang dia maksud itu, tentu termasuk dua tim Asia Tenggara, Vietnam dan Indonesia.

Jepang akan berseteru dengan duo ASEAN tersebut dan Irak di Piala Asia 2023. Mereka kalah 1-3 dari Qatar di final turnamen edisi terakhir 2019.

Namun, Jepang tetap merupakan salah satu favorit untuk piala yang dimulai pada 12 Januari mendatang. Pasukan Moriyasu telah memenangkan delapan pertandingan terakhir mereka, termasuk kemenangan tandang atas Jerman dan Turki.

Tapi dia tampaknya cukup khawatir Vietnam dan Indonesia akan mengejutkan skuadnya di Piala Asia 2023. Karena itu, mereka dengan cermat memilih Thailand untuk uji coba sebagai adaptasi menghadapi gaya permainan khas Asia Tenggara nanti.

Moriyasu memanggil 23 pemain ke pertandingan persahabatan pemanasan melawan Thailand di Tokyo pada Hari Tahun Baru. Akan tampil 15 pemain yang berbasis di luar negeri, tetapi tanpa bintang Liga Premier seperti Wataru Endo dari Liverpool dan Kaoru Mitoma dari Brighton.
 
Sang pelatih diharapkan menyediakan semua pemain itu ketika ia mengumumkan skuad Piala Asia 2023 pada awal Januari dan ia ingin para pemainnya siap menghadapi tantangan apa pun.

“Kami ingin tampil sempurna sejak pertandingan pertama, tapi harus bersiap untuk berkembang di setiap pertandingan, dan juga mampu menghadapi cedera dan hal lainnya,” ujarnya dikutip the-AFCcom.
 
"Tentu saja persiapan fisik dan taktis penting tetapi kami ingin memastikan sebelum turnamen dimulai bahwa kami memiliki mentalitas untuk bermain tangguh dan menghadapi apa pun yang menimpa kami," imbuhnya.

Moriyasu tidak memanggil pemain mana pun yang bermarkas di Inggris, Italia, atau Spanyol untuk pertandingan lawan Thailand, namun ia memanggil pemain dari klub Prancis, Jerman, Belgia, dan Belanda.
 
Playmaker Monaco Takumi Minamino, bek Borussia Monchengladbach Kou Itakura, dan striker Feyenoord Ayase Ueda semuanya diikutsertakan.
 
Penyerang Sint-Truidense Ryotaro Ito dan kiper FC Tokyo Taishi Brandon Nozawa dipanggil untuk pertama kalinya.

Moriyasu mengatakan dia mencari “awal yang baik untuk tahun ini” melawan Thailand. “Ini adalah kesempatan berharga untuk membangun menuju Piala Asia dan kualifikasi Piala Dunia lebih dari itu,” katanya.
 
Sebagai negara tersukses dalam sejarah Piala Asia, Jepang telah memenangkan kompetisi tersebut pada tahun 1992, 2000, 2004, dan 2011.

Sponsored

Jepang lolos ke Piala Dunia pertama mereka pada tahun 1998 dan telah berpartisipasi di setiap final global sejak itu. Hasil terbaik mereka terjadi pada tahun 2002 dan 2010 saat mereka mencapai babak kedua.

Dijuluki "Samurai Biru", Jepang diundang untuk berkompetisi di turnamen Copa America tahun 1999 dan menjadi satu-satunya negara non-Amerika yang berpartisipasi.

Kompetisi klub J-League menjadi pengekspor bakat-bakat terbaik yang diakui dunia. Mungkin pemain Jepang yang paling terkenal, Hidetoshi Nakata, yang bermain untuk tim nasional sejak tahun 1997-2006. Ikon lain Shinji Kagawa dan Keisuke Honda yang masing-masing pernah bermain di Inggris dan Rusia.

Jepang kini menjadi tim yang secara konsisten mendominasi baik di kualifikasi Asia untuk setiap gelaran Piala Dunia maupun putaran final Piala Asia.

Rekornya melawan Vietnam: 4 menang, 1 seri, tanpa kalah. Di Piala Asia, 16 Juli 2007, Jepang menang 4-1. Persahabatan, 7 Oktober 2011, unggul 1-0. Piala Asia, 24 Januari 2019, menang lagi 1-0. Dua laga Pra-Piala Dunia, 11 November 2021 menang 1-0, dan 29 Maret 2022 seri 1-1.

Sementara catatannya versus Indonesia: menang 8, draw 2, dan 5 kalah. Lima kali Jepang kalah dari kesebelasan Merah-Putih dalam sejarah. Masing-masing, pada Asian Games, 1 Mei 1954, Indonesia menang 5-3.

Di Merdeka Tournament, Kuala Lumpur, 11 Agustus 1968, pasukan Garuda menggilas Jepang 7-0. Lalu uji coba, 5 Agustus 1972, skor tipis buat PSSI 1-0. Kembali ke Merdeka Tournament, 15 Juli 1978, Indonesia  unggul lagi 2-1. Terakhir, partai eksebisi internasional, 24 Februari 1981, Jepang terkapar 0-2.

Kesimpulannya, Vietnam tak pernah menang dari Jepang. Sedangkan Indonesia sudah sering mengalahkan mereka. Jadi, di antara duo ASEAN ini, Samurai Biru mungkin lebih segan dengan Kita Garuda. Anggaplah begitu.

Caleg Pilihan
Berita Lainnya
×
tekid