logo alinea.id logo alinea.id

Petahana dan kandidat 02 adu program bangkitkan industri

Kandidat 01 ingin jadikan Indonesia barometer industri halal dunia, sedangkan kandidat 02 fokus untuk swasembada pangan dan energi.

Rina Suci
Rina Suci Sabtu, 13 Apr 2019 23:01 WIB
Petahana dan kandidat 02 adu program bangkitkan industri

Kedua kandidat presiden 2019-2024, cukup sengit berargumentasi tentang program-program perdagangan dan industri yang akan mereka terapkan, bila terpilih menjadi presiden 2019-2024.

Capres Jokowi janjikan neraca perdagangan tak defisit lagi

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menargetkan defisit neraca perdagangan yang membelenggu neraca pembayaran Indonesia selama 2018 akan menghilang, dengan berbagai kebijakan peningkatan ekspor dan pengurangan impor.

"Ke depan, saya yakin defisit neraca dagang akan hilang, kuncinya adalah dengan membangun industri dan juga hilirisasi. Itu menjadi kunci," kata Jokowi dalam Debat Kelima Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Sabtu (13/04/19).

Jokowi mengakui adanya defisit neraca perdagangan pada 2018, namun pada kuartal pertama 2019 ia mengutarakan bahwa neraca perdagangan sudah membaik. Hal tersebut terjadi sebagai dampak dari reformasi kebijakan di bidang ekspor dan industrialisasi dalam negeri yang terus menerus dilakukan.

"Neraca dagang kita defisit kurang lebih delapan miliar dolar AS. Kemudian untuk mengatasi impor minyak dan gas, kita bangun kilang," ujar Jokowi.

Petahana juga menjelaskan sudah menerapkan pelaksanaan kebijakan pencampuran unsur nabati ke dalam biodiesel sebesar 20 persen atau B20 untuk mengurangi impor.

"Penggunaan biofuel itu sudah kita lakukan dengan B20, yang sebentar lagi akan kita naikkan jadi B50, kemudian nanti B100, sehingga impor minyak kita jadi berkurang. Cara-cara ini sudah kita mulai lakukan," ujar Jokowi. 

Sponsored

Pada sesi sebelumnya, Cawapres 02 Sandiaga Uno atau Sandi, sempat mempertanyakan kondisi perekonomian hasil pemerintahan Jokowi. Sandi mendeskripsikan situasi ekonomi yang ia lihat di Indonesia dengan menceritakan hasil kunjungannya ke lebih dari 1500 titik. Bahkan Sandi menyebut beberapa nama ibu yang mengeluhkan situasi perekonomian kepadanya. Menanggapi hal tersebut, Jokowi memberikan kritik pedas kepada Sandi.

"Ini ekonomi makro, bukan mikro yang sekali bangun langsung bisa jadi. Gak bisa juga ibu ini, ibu ini. Ini kelola ekonomi makro, agregat produksi. Orang per orang tidak bisa jadi patokan. Kita harus ngerti ekonomi makro itu agregat produksi, ada sisi permintaan dan penawaran. Ini kita harus ngerti. Bukan ekonomi mikro yang kita bicarakan, jadi sangat berbeda sekali," panjang lebar Jokowi menekankan.

Kandidat 01 ingin besarkan Indonesia menjadi barometer wisata halal
Pada perdebatan tentang industri berbasis syariah, Jokowi menyatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan industri wisata halal bagi dunia. Menurutnya, sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar.

Calon Wakil Presiden 01 Ma'ruf Amin menyebut eksistensi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI dalam menerbitkan sertifikasi dan fatwa halal sudah diakui secara internasional. Bahkan, banyak negara telah mengadopsi sistem jaminan halal dan sertifikasi halal dijadikan sebagai role model.

"Standar halal Indonesia menjadi global, lebih dari 50 negara meminta sertifikasi halal dari MUI supaya produk mereka diakui dunia, misal Korea," klaim Ma'ruf Amin.

Menurutnya, LPPOM MUI dikenal sebagai pelopor dalam gerakan sertifikasi halal karena tercatat mencapai ribuan sertifikat halal yang sudah diterbitkan oleh lembaga tersebut.

"Indonesia sebagai pelopor, maka standar halal kita diakui, kita sudah melakukan sertifikasi halal selama 29 tahun hingga sekarang telah menjadi sistem," katanya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Sandi menyatakan saat ini produk halal Indonesia memang memiliki potensi untuk menembus pasar dunia. Tetapi Sandi menganggap posisi Indonesia dalam industri produk halal masih belum strategis.

"Namun, sebagai negara pengimpor produk halal kita masih pada posisi ke empat. Kita harus bisa menjadikan ekonomi syariah secara menyeluruh, kekuatan kita adalah memiliki masyarakat muslim yang potensi untuk menghasilkan produk halal, dimana ke depan produk kita bisa memiliki peluang bagi negara lain," kata Sandi.

Prabowo-Sandi janjikan kebijakan swasembada pangan dan energi
Cawapres Sandi mengatakan pihaknya akan menjanjikan swasembada dalam bidang pangan dan energi untuk menekan tingginya defisit neraca perdagangan.

Sandi menjelaskan upaya ini harus dilakukan karena kebijakan impor yang dilakukan tidak membuat harga kebutuhan pokok menjadi stabil dan terjangkau.

Upaya mendorong swasembada pangan, menurut Sandi, adalah dengan memperlancar pemberian pupuk dan bibit bagi petani, memberikan obat-obatan murah dan menghentikan impor saat panen raya.

Sedangkan, upaya swasembada energi adalah dengan menggunakan energi biofuel dan memanfaatkan kembali 10 juta hektare lahan rusak serta telantar.

"Bersama Prabowo-Sandi kita turunkan harga listrik dan pastikan harga sembako murah tanpa penerbitan kartu-kartu baru," janji Sandi.

Debat kelima Pemilu Presiden 2019 merupakan debat pamungkas sekaligus akan menutup seluruh rangkaian debat yang telah dimulai sejak Januari 2019. Tema yang diangkat dalam debat terakhir ini adalah ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan dan industri.

Pemilu Presiden 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin, serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. (Ant).