logo alinea.id logo alinea.id

Tak akan debat, Ma'ruf Amin justru akan bertausiah

Pada debat kandidat calon wakil presiden Minggu (17/3), cawapres Ma'ruf Amin justru akan bertausiah.

Robi Ardianto Manda Firmansyah
Robi Ardianto | Manda Firmansyah Kamis, 14 Mar 2019 18:32 WIB
Tak akan debat, Ma'ruf Amin justru akan bertausiah

Pada debat kandidat calon wakil presiden Minggu (17/3), cawapres Ma'ruf Amin justru akan bertausiah.

Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima mengatakan calon wakil presiden Ma'ruf Amin akan tampil sebagai seorang ulama yang membawakan tausiah dan menggunakan ayat dalam debat ketiga mendatang.

"Beliau kan ulama, itu sudah tidak bisa tidak. (Status ulama) Itu melekat," kata Aria di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/3).

Terkait konten, kata Aria, Ma'ruf sebagai seorang ulama sudah terbiasa dalam menyampaikan tausiah. Menurutnya, sosok ulama yang selama ini melekat terhadap Ma'ruf akan tetap ditonjolkan.

Meski demikian, kata Aria, Ma'ruf menyadari debat kandidat adalah ajang kontestasi capres cawapres.

"Tetap karakter seorang kiai (Ma'ruf) memberikan tausiah. Tetapi, substansinya adalah konten-konten yang menjadi isi dari tausiahnya," kata Aria.

Menurut Aria, dalam mempersiapkan debat Ma'ruf telah bertemu dengan para pakar debat.

"Pak kiai Ma'ruf memang dipersiapan secara khusus, karena beliau ini (akan) melanjutkan program yang telah dikerjakan Pak Jokowi dan Jusuf Kalla (JK)," ucap Aria.

Sponsored

Pertemuan dengan para pakar itu, menurutnya, agar terjadi integrasi konten apa yang telah dilaksanakan, sedang dilaksanakan, dan apa yang akan dikerjakan Jokowi-Ma'ruf.

"Supaya terjadi kesinambungan, untuk itu dibutuhkan tim yang terus memberikan pendamping kepada Pak Kiai. Terutama, hal-hal yang berkaitan, khususnya masalah kesehatan, pendidikan, masalah ketenagakerjaan dan masalah sosial budaya," ujarnya.

Pendidikan

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, mengatakan yang dinilai oleh masyarakat dalam debat putaran ketiga adalah karakter kepemimpinan.

Menurut dia, karakter kepemimpinan jauh lebih penting dalam menambah keyakinan ataupun justru menambah keragukan calon pemilih. Oleh karena itu, Jimly menyarankan supaya kandidat debat menyebut data secara akurat.

"Debat itu tidak berpengaruh, debat itu jangan dipersepsikan seperti debat mahasiswa atau debat cerdas cermat. Rakyat itu ingin melihat sikap. Dia mau melihat sikap, melihat karakter kepemimpinan. Soal ide cara ngomong, itu tak terlalu penting. Kalau menurut saya, keduanya 50:50 alias sama-sama kuat," tutur Jimly di Gedung Ir. HM. Suseno, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).

Terkait tema debat pilpres putaran ketiga yang akan digelar pada 17 Maret 2019. KPU berencana menggelarnya di Hotel Sultan, Jakarta. 

Debat ketiga yang akan diikuti dua cawapres saja, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Tema debat cawapres ini adalah pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Menurut Jimly, bukan hanya pendidikan agama, debat putaran ketiga juga harus mengupas dan mengevaluasi secara menyeluruh.

"Tapi ada asumsi yang harus diperbaiki, yaitu bagaimana menciptakan pegawai terampil. Kita kan ingin ada bos-bos, tak hanya buruh. Jadi, pendidikan entrepreneur, ada kita bikin lineup teknopreneur. Bukan jadi pegawai yang terampil, melainkan entrepreneur yang terampil," tutur Jimly.

Kurikulum saja misalnya, kata Jimly, itu kalau hanya diubah 10 atau 5-4 tahun sekali sudah ketinggalan zaman. Sehingga, reformasi pendidikan merupakan sesuatu yang penting sekali, termasuk juga pendidikan kepemimpinan.

Jimly menyayangkan, pendidikan Indonesia yang sejak dulu berorientasi mencetak pegawai yang terampil, bukan menciptakan pelaku usaha yang terampil.

"Coba lihat satu yang dianggap mulia dari sistem pendidikan kita sejak dulu, adanya pendidikan keterampilan, kejuruan setingkat politeknik. Bahkan, sekarang ada surat keterangan pendamping ijazah agar mahasiswa S1 punya keterampilan," kata Jimly.

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB