close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Satgas PRR meninjau kesiapan lahan huntap di Padangsidimpuan, Sumatera Utara. dok. Satgas PRR
icon caption
Satgas PRR meninjau kesiapan lahan huntap di Padangsidimpuan, Sumatera Utara. dok. Satgas PRR
Peristiwa
Senin, 12 Oktober 2026 17:45

Huntap di Bener Meriah mulai dibangun, pulihkan hunian dan ekonomi warga

Pembangunan 64 huntap tersebut dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah menyediakan lahan milik daerah seluas 1,4 hektare untuk mendukung pelaksanaan pembangunan.
swipe

Sebanyak 64 unit hunian tetap (huntap) komunal mulai dibangun di Desa Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sebagai bagian dari usulan keseluruhan 1.056 unit kepada pemerintah pusat.

Pembangunan 64 huntap tersebut dilaksanakan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah menyediakan lahan milik daerah seluas 1,4 hektare untuk mendukung pelaksanaan pembangunan.

Hunian yang dibangun menggunakan desain tipe 36 plus dan akan dilengkapi sarana pendukung, termasuk fasilitas olahraga. Rumah tersebut terutama diperuntukkan bagi masyarakat Desa Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, yang kehilangan rumah atau tidak dapat kembali ke tempat tinggal sebelumnya akibat bencana hidrometeorologi.

Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar meminta pelaksana proyek menyelesaikan pembangunan dalam waktu tiga bulan. Target tersebut dinilai dapat dicapai karena lokasi pembangunan mudah dijangkau dan kebutuhan material relatif mudah diperoleh.

Selain menyediakan rumah yang aman dan layak, Pemkab Bener Meriah ingin kawasan huntap dikembangkan menjadi lingkungan yang mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Fasilitas usaha, termasuk kawasan kuliner, diusulkan sebagai ruang bagi penghuni untuk kembali memperoleh penghasilan.

“Lokasi huntap ini berada di jalan nasional. Tentunya banyak pengguna jalan yang melewati kawasan ini. Dengan adanya tempat kuliner, para pengguna jalan dapat mampir untuk menikmati kuliner yang disediakan,” kata Tagore.

Pemanfaatan lokasi yang berada di jalur nasional diharapkan memberikan nilai tambah bagi kawasan huntap. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah Ilham Abdi mengatakan total kebutuhan yang telah diusulkan mencapai 1.056 unit. Jumlah tersebut terdiri atas 252 huntap komunal atau terpusat dan 804 huntap mandiri.

“Usulan huntap ini ada yang komunal atau terpusat sebanyak 252 unit dan mandiri 804 unit,” ujar Ilham.

Menurut Ilham, usulan tersebut telah diterima pemerintah pusat dan kini menunggu tahapan pembangunan oleh kementerian serta lembaga terkait. Pemkab Bener Meriah akan terus melengkapi kesiapan daerah dan mengawal koordinasi agar pembangunan unit lainnya dapat segera dilaksanakan.

Tagore menegaskan pemerintah daerah berkewajiban menyiapkan lahan bagi masyarakat yang kehilangan rumah sekaligus tanah akibat bencana. Ia juga meminta percepatan pembangunan huntap lainnya karena kepastian tempat tinggal menjadi kebutuhan mendasar agar masyarakat dapat menata kembali kehidupan.

img
Tim copywriter
Reporter
img
Tim copywriter
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan