Serikat Petani Indonesia (SPI) memberangkatkan Karavan Solidaritas Petani SPI untuk menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pelepasan karavan dilakukan pada Jumat (2/1) di Kantor DPP SPI, Jakarta.
Pelepasan karavan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal SPI, Wahyudi Rakib. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penyaluran bantuan kepada petani dan masyarakat desa yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Karavan Solidaritas ini dilaksanakan oleh Bakti (Badan Aksi Tani) SPI, unit organisasi SPI yang bergerak di bidang kemanusiaan dan respons bencana. Tim Karavan Solidaritas Bakti SPI dipimpin oleh Zulfikar, Ketua Departemen Advokasi dan Bakti DPP SPI, bersama Angga Fajar, Ketua Departemen Organisasi sekaligus Anggota DPP SPI.
Karavan diberangkatkan dari Jakarta dengan membawa bantuan yang dihimpun dari petani anggota SPI di berbagai daerah. Bantuan yang dibawa antara lain berasal dari petani SPI di Indramayu dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang dikumpulkan secara mandiri oleh anggota SPI.
Dari Jakarta, karavan bergerak menuju Banten, Lampung, Sumatera Selatan, dan Jambi. Selanjutnya, karavan melanjutkan perjalanan ke Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga akhirnya tiba di Aceh untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana.
Selain mengangkut logistik bantuan, karavan juga dimanfaatkan sebagai sarana koordinasi antar-basis petani SPI di daerah yang dilalui, guna memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai rencana.
Ketua Umum SPI, Henry Saragih, mengatakan kegiatan Karavan Solidaritas ini memiliki makna penting bagi penguatan solidaritas di kalangan petani dan masyarakat desa.
"Gerakan ini sangat penting untuk menumbuhkan solidaritas di antara petani dan masyarakat desa. Di tengah situasi bencana, petani dan masyarakat desa membutuhkan satu sama lain untuk saling membantu, lintas wilayah dan lintas daerah,” ujar Henry.
Bantuan yang dihimpun melalui Karavan Solidaritas Petani SPI tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.