close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Seorang calon penumpang pesawat saat mengantre untuk lapor diri di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2020)/Foto Antara/Muhammad Iqbal.
icon caption
Seorang calon penumpang pesawat saat mengantre untuk lapor diri di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2020)/Foto Antara/Muhammad Iqbal.
Politik
Selasa, 26 Januari 2021 08:47

Anggota DPR sayangkan 153 WNA China masuk RI di tengah PPKM

Anggota Komisi IX DPR RI nilai pemerintah tidak peka terhadap situasi krisis kesehatan.
swipe

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menyayangkan masuknya 153 warga negara (WN) China ke Indonesia di tengah pemberlakuan kebijakan penutupan akses sebagaimana tertera dalam Surat Edaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 4 Tahun 2020.

Menurutnya, pemerintah dianggap tidak peka terhadap situsi krisis dengan pemberian izin masuknya warga negara asing (WNA).

"Apa pun alasan pengecualiannya, kondisi ini menunjukkan pemerintah kurang peka terhadap situasi krisis," tegas Netty, saat dihubungi Alinea, Selasa (26/1).

Netty menegaskan, kondisi pandemi Covid-19 dalam negeri mengkhawatirkan. Sebab, laju penularan Covid-19 terus terjadi seiring perkembangan kasus yang meningkat. Bahkan, fasilitas pelayanan kesehatan sudah kewalahan menangani pasien.

"Pemerintah harus memastikan menutup pintu masuknya virus mutasi baru semaksimal mungkin, jangan anggap sepele," terangnya.

Netty mengingatkan, pemberian izin masuk WNA asal China jangan sampai melukai rasa ketidakadilan masyarakat. Pasalnya, mobilitas warga seperti mencari nafkah dibatasi dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, sementara WNA terkesan seperti diberi kelonggaran.

"Jangan sampai pemerintah dinilai masyarakat tidak serius dalam menerapkan kebijakan PPKM Jawa Bali. Bukankah Pemerintah harus menjadi teladan bagi rakyat dalam upaya melawan penyebaran Covid-19?" tanya Netty.

Kendati demikian, politikus PKS ini meminta pemerintah untuk tegas mengawasi WNA di pintu masuk Indonesia sesuai standar protokol kesehatan. Pemangku kewenangan dimintanya agar tidak tebang pilih untuk menerapkan isolaso mandiri pada setiap WNA yang masuk ke tanah air.

"Saya meminta pemerintah agar mengawasi ketat seluruh proses masuknya WNA ke Indonesia sesuai standar prokes. Tidak boleh pilah-pilih. Lakukan karantina dan isolasi dalam jangka waktu tertentu," terangnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membenarkan 153 WNA asal China masuk ke Indonesia lewat Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pada Sabtu (24/1).

Kepala Sub Bagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Ahmad Nursaleh menerangkan, sebanyak 150 WNA itu memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dan Izin Tinggal Tetap (ITAP). Sementara tiga lainnya memiliki visa diplomatik.

Kedatangan ratusan WNA itu sebelumnya viral di media sosial. Sejumlah foto tenaga kerja asing asal China tampak bersiap menaiki bus guna membawa mereka dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Foto-foto para TKA China itu terlihat memakai hazmat dan masker khusus.

Indonesia telah menerapkan kebijakan melarang WNA masuk sebagaimana ketentuan yang ada di Surat Edaran BNPB nomor 4 tahun 2020. Dalam surat itu, pintu masuk Indonesia ditutup pada tanggal 1Januari sampai 14 Januari 2021. Namun, penutupan akan diperpanjang selama 2 minggu atau tanggal 15 Januari sampai 28 Januari 2021.

img
Achmad Al Fiqri
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan