sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Fakta statistik jajaran menteri Jokowi-Ma'ruf Amin

Statistik menteri Jokowi-Ma'ruf Amin dari sisi gender, usia, partai politik, profesional, hingga keterwakilan wilayah.

Sukirno
Sukirno Kamis, 24 Okt 2019 08:16 WIB
Fakta statistik jajaran menteri Jokowi-Ma'ruf Amin
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sudah melantik 38 orang menteri dan pejabat setingkat menteri yang akan membantu dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Pelantikan dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/10). Dua hari sebelumnya, Jokowi memanggil calon-calon pembantunya itu ke Istana Negara secara bergantian.

Catatan Alinea.id, pada periode kedua Jokowi menjadi Presiden RI, terjadi sedikit perubahan dalam statistik personel menteri dan pejabat setingkat menteri yang akan membantu Jokowi-Amin.

Wajah lama dan baru menghiasi kabinet Jokowi-Amin. Tokoh berlatar belakang partai politik hingga profesional tak luput dari sorotan.

Jokowi sempat mengatakan bahwa menteri-menteri yang dipilih akan berlatar belakang partai politik 45% dan 55% kalangan profesional. 

Berikut statistik menteri Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024:

A. Gender
Jika dibandingkan, kabinet Jokowi-Amin didominasi oleh menteri laki-laki sebanyak 33 orang atau 87%. Sedangkan, menteri perempuan berjumlah 5 orang dengan proporsi 13%.

Menteri laki-laki:
1. Menko Polhukam: Mahfud MD
2. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menko PMK: Muhadjir Effendy
4. Menko Maritim dan Investasi: Luhut Pandjaitan
5. Menhan: Prabowo Subianto
6. Mensesneg: Pratikno
7. Mendagri: Tito Karnavian
8. Menag: Fachrul Razi
9. Menkumham: Yasonna H Laoly
10. Mendikbud: Nadiem Makarim
11. Menkes: dr Terawan
12. Mensos: Juliari Batubara
13. Menperin: Agus Gumiwang
14. Mendag: Agus Suparmanto
15. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
16. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
17. Menhub: Budi Karya Sumadi
18. Menkominfo: Jhonny Plate
19. Mentan: Syahrul Yasin Limpo
20. Menteri KKP: Edhy Prabowo
21. Mendes PDTT: Abdul Halim Iskandar
22. Menteri ATR: Sofyan Djalil
23. Menteri PPN/Bappenas: Suharso Monoarfa
24. MenPAN RB: Tjahjo Kumolo
25. Menteri BUMN: Erick Thohir
26. Menkop UKM: Teten Masduki
27. Menpar Ekonomi Kreatif: Wishnutama
28. Menristek dan kepala bidang inovasi: Bambang Brodjonegoro
29. Menpora: Zainuddin Amali
30. KSP: Moeldoko
31. Seskab: Pramono Anung Wibowo
32. Kepala BKPM: Bahlil Lahadalia
33. Jaksa Agung: ST Burhanuddin

Sponsored

Menteri perempuan:
1. Menkeu: Sri Mulyani
2. Menaker: Ida Fauziyah
3. Menlu: Retno LP Marsudi
4. Menteri LHK: Siti Nurbaya Bakar
5. Menteri PPA: I Gusti Ayu Bintang Puspayoga

B. Latar belakang
Jika dibandingkan, kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 didominasi oleh menteri berlatar belakang profesional non parpol sebanyak 22 orang atau 58%. Sedangkan, menteri dari partai politik berjumlah 16 orang dengan proporsi 42%.

Profesional non parpol
1. Mahfud MD (mantan Ketua MK dan anggota BPIP)
2. dr Terawan (Kepala RSPAD Gatot Soebroto)
3. Arifin Tasrif (mantan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero)
4. Erick Thohir (pengusaha, pemilik ANTV dan Mahaka Media)
5. Teten Masduki (aktivis antikorupsi)
6. Wishnutama (founder NET TV)
7. I Gusti Ayu Bintang Puspayoga (PNS Pemkot Denpasar)
8. Moeldoko (mantan Panglima TNI)
9. ST Burhanuddin (Jaksa)
10. Muhadjir Effendy (mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang)
11. Fachrul Razi (mantan Wakil Panglima TNI)
12. Luhut Pandjaitan (pengusaha dan purnawirawan TNI)
13. Bahlil Lahadalia (Ketua Hipmi)
14. Retno Marsudi (Kementerian Luar Negeri)
15. Sri Mulyani Indrawati (mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia)
16. Bambang PS Brodjonegoro (Dekan FE Universitas Indonesia)
17. Basuki Hadimuljono (birokrat Kementerian PUPR)
18. Budi Karya Sumadi (mantan Dirut Angkasa Pura II)
19. Sofyan Djalil (mantan menteri, Bursa Efek Indonesia)
20. Nadiem Makarim (CEO dan Founder Gojek Indonesia)
21. Pratikno (mantan Rektor UGM)
22. Tito Karnavian (Kapolri)

Partai politik
1. Yasonna H Laoly (PDI Perjuangan)
2. Juliari Batubara (Wakil Bendahara Umum PDI Perjuangan)
3. Tjahjo Kumolo (PDI Perjuangan)
4. Pramono Anung Wibowo (PDI Perjuangan)
5. Airlangga Hartarto (Ketua Umum Partai Golkar)
6. Agus Gumiwang (Ketua DPP Golkar)
7. Zainuddin Amali (Partai Golkar)
8. Jhonny G. Plate (Sekretaris Jenderal NasDem)
9. Syahrul Yasin Limpo (Ketua DPP Partai NasDem)
10. Siti Nurbaya Bakar (Ketua DPP Partai NasDem)
11. Ida Fauziyah (Ketua PKB)
12. Agus Suparmanto (PKB)
13. Abdul Halim Iskandar (PKB)
14. Prabowo Subianto (Ketua Umum Gerindra)
15. Edhy Prabowo (Wakil Ketua Umum Gerindra)
16. Suharso Monoarfa (Plt Ketua Umum PPP)

C. Usia
Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 didominasi oleh menteri berusia tua di atas 50 tahun sebanyak 29 orang atau 76%. Sedangkan, menteri berusia muda di bawah 50 tahun berjumlah 9 orang dengan proporsi 24%.

Umur di atas 50 tahun
1. Mahfud MD 62 tahun
2. Airlangga Hartarto 57 tahun
3. Muhadjir Effendy 63 tahun
4. Luhut Pandjaitan 72 tahun
5. Prabowo Subianto 68 tahun
6. Pratikno 57 tahun
7. Tito Karnavian 54 tahun
8. Retno LP Marsudi 56 tahun
9. Fachrul Razi 72 tahun
10. Yasonna H Laoly 66 tahun
11. Sri Mulyani 57 tahun
12. dr Terawan 55 tahun
13. Tasrif Arifin 66 tahun
14. Basuki Hadimuljono 64 tahun
15. Budi Karya Sumadi 62 tahun
16. Jhonny Plate 63 tahun
17. Syahrul Yasin Limpo 64 tahun
18. Siti Nurbaya Bakar 63 tahun
19. Abdul Halim Iskandar 57 tahun
20. Sofyan Djalil 66 tahun
21. Suharso Monoarfa 64 tahun
22. Tjahjo Kumolo 61 tahun
23. Teten Masduki 56 tahun
24. Bambang Brodjonegoro 53 tahun
25. Zainuddin Amali 57 tahun
26. Moeldoko 62 tahun
27. Pramono Anung Wibowo 56 tahun
28. ST Burhanuddin 65 tahun
29. Agus Suparmanto 63 tahun

Usia di bawah 50 tahun
1. Nadiem Makarim 35 tahun
2. Juliari Batubara 47 tahun
3. Ida Fauziyah 50 tahun
4. Agus Gumiwang 50 tahun
5. Edhy Prabowo 46 tahun
6. Erick Thohir 49 tahun
7. Wishnutama 49 tahun
8. I Gusti Ayu Bintang Puspayoga 50 tahun
9. Bahlil Lahadalia 43 tahun

D. Wajah
Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 didominasi oleh sosok menteri wajah-wajah baru sebanyak 22 orang atau 58%. Sebaliknya, wajah-wajah menteri lama dari Kabinet Kerja berjumlah 16 orang dengan proporsi 42%.

Wajah baru
1. Mahfud MD
2. Prabowo Subianto
3. Tito Karnavian
4. Fachrul Razi
5. Nadiem Makarim
6. dr Terawan
7. Juliari Batubara
8. Ida Fauziyah
9. Agus Suparmanto
10. Arifin Tasrif
11. Jhonny Plate
12. Syahrul Yasin Limpo
13. Abdul Halim Iskandar
14. Suharso Monoarfa
15. Erick Thohir
16. Teten Masduki
17. Wishnutama
18. I Gusti Ayu Bintang Puspayoga
19. Zainuddin Amali
20. Bahlil Lahadalia
21. ST Burhanuddin
22. Edhy Prabowo

Wajah lama
1. Airlangga Hartarto
2. Muhadjir Effendy
3. Luhut Pandjaitan
4. Pratikno
5. Retno LP Marsudi
6. Yasonna H Laoly
7. Sri Mulyani
8. Agus Gumiwang
9. Basuki Hadimuljono
10. Budi Karya Sumadi
11. Siti Nurbaya Bakar
12. Sofyan Djalil
13. Tjahjo Kumolo
14. Bambang Brodjonegoro
15. Moeldoko
16. Pramono Anung Wibowo

E. Lain-lain

Tokoh Kawasan Timur Indonesia 4 orang
1. Syahrul Yasin Limpo (Sulawesi Selatan)
2. Suharso Monoarfa (Gorontalo)
3. I Gusti Ayu Bintang Puspayoga (Bali)
4. Bahlil Lahadalia (Papua Barat)

Ormas Islam 3 orang
1. Muhadjir Effendy (Muhammadiyah)
2. Ida Fauziyah (Nahdlatul Ulama)
3. Abdul Halim Iskandar (Nahdlatul Ulama)

TNI/Polri 7 orang
1. Luhut Pandjaitan (TNI)
2. Prabowo Subianto (TNI)
3. Fachrul Razi (TNI)
4. Edhy Prabowo (TNI)
5. Moeldoko (TNI)
6. dr Terawan (TNI/Kepala RSPAD Gatot Soebroto)
7. Tito Karnavian (Polri)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Duduk lesehan di undak-undakan istana bersama Wakil Presiden pagi ini, saya mengumumkan para menteri Kabinet Indonesia Maju. Ada wajah lama, ada muka baru. Semuanya akan bekerja membantu saya, mengejar ikhtiar bersama menuju Indonesia maju. Pesan saya kepada para menteri kabinet yang utama adalah: jangan korupsi! Ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi. Kedua, tidak ada visi dan misi menteri. Hanya ada visi dan misi presiden dan wakil presiden. Ketiga, semua harus bekerja cepat, kerja cerdas, dan produktif. Keempat, jangan terjebak pada rutinitas yang monoton. Pesan kelima, kerja yang berorientasi pada hasil nyata. Tidak sekadar mengirim pesan, tapi making delivered. Keenam, selalu turun mengecek di lapangan dan temukan solusinya. Dan yang terakhir, ketujuh, adalah semuanya harus serius dalam bekerja. Selamat bekerja.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada

Riset : Fultri Sri Ratu Handayani

Berita Lainnya