sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Geram, Wasekjen Gerindra sindir elite parpol pengusung Prabowo

Parpol pengusung Prabowo-Sandi dinilai melupakan jasa pendukung dan relawan yang saat ini ditahan.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Rabu, 17 Jul 2019 17:42 WIB
Geram, Wasekjen Gerindra sindir elite parpol pengusung Prabowo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Andre Rosiade geram mendengar pernyataan-pernyataan elite-elite partai politik pengusung Prabowo-Sandi saat menanggapi pertemuan Prabowo dan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Andre, elite-elite politik yang menyindir atau bahkan mengkritik pertemuan Jokowi dan Prabowo tidak memahami makna di balik pertemuan itu. Padahal, ada banyak manfaat positif dari pertemuan tersebut. 

"Silaturahmi itu memberi manfaat. Dua ratus relawan kami diberi penangguhan karena komunikasi dan diskusi. Apa partai lain mikirin ini? Partai lain enggak ada yang ngurusin relawan (atau) ulama yang ditahan," kata Andre di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/7).

Menurut Andre, Prabowo selalu memikirkan para pendukung dan ulama yang ditahan karena mendukungnya di Pilpres 2019. Itulah kenapa Prabowo memutuskan untuk bertemu dengan Jokowi, pekan lalu. 

"Prabowo dan Gerindra bekerja dalam silence. Lihat! Telah ada dua ratus orang bisa bebas dan ini dua ratus lagi insyaallah selesai. Ini kerja siapa? Gerindra," ujar dia. 

Andre pun menyindir elite-elite parpol pengusung Prabowo-Sandi yang tak mau berkeringat membebaskan para ulama dan relawan yang ditahan. Padahal, para ulama dan relawan turut memperjuangkan pasangan kandidat yang diusung parpol. 

"Emang yang nyinyir di Kuningan itu (yang kerja). Yang kerjanya (cuma) di Twitter. Terus emang yang di TB Simatupang, terus emang yang di Senopati (yang bekerja)? Kami yang mengurus itu semua. Dan itu dampak dari komunikasi yang kita lakukan," katanya.

Kuningan merupakan kawasan tempat kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, sedangkan Senopati merupakan kawasan tempat berdirinya Kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN). Adapun kawasan TB Simatupang di Jakarta Selatan merupakan kawasan tempat berdirinya Kantor DPP PKS. 

Sponsored

Lebih jauh, Andre mengatakan, Prabowo sudah menginformasikan rencana pertemuannya dengan Jokowi kepada para petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Ketika itu, Prabowo mengaku ingin bertemu dengan Jokowi untuk menurunkan tensi politik pasca-Pilpres 2019.

"Tanggal 28 Juni, Pak Prabowo sudah sampaikan akan ketemu Jokowi. Jumat, sudah disampaikan surat itu ke para ulama juga. Termasuk ke Pak Amin (Rais) dan Neno Warisman. Isinya bahwa Pak Prabowo akan ketemu Jokowi hari Sabtu atau besoknya. Jadi, enggak ada yang enggak transparan. Semua dikasih tahu. Clear itu," kata dia.

Lebih lanjut, Andre pun memperingatkan agar elite-elite partai tidak asal bicara dan menyebut Prabowo meminta jatah kursi. "Karena yang bilang itu rata-rata enggak pernah hadir saat rapat di BPN. Jadi, sudahlah. Kau enggak usah sok (tahu) kalau rapat aja enggak pernah ikut," kata dia. 

Berita Lainnya