logo alinea.id logo alinea.id

Gerindra bantah minta jatah menteri di kabinet Jokowi

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono sebut Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno calon menteri Jokowi.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 07 Okt 2019 13:25 WIB
Gerindra bantah minta jatah menteri di kabinet Jokowi

Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, kursi menteri kembali menjadi topik yang menyita perhatian. Terbaru, Partai Gerindra disebut telah menyodorkan tiga kadernya untuk menjabat posisi menteri Joko Widodo (Jokowi)

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono. Poyuono menyebut tiga nama telah disodorkan untuk mengisi kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka adalah Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno. 

Menurut Poyuono,  ketiga kader Gerindra tersebut punya kapabilitas dan kompetensi di bidangnya masing-masing.

Atas pernyataan Poyuono, Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto angkat suara. Prabowo membantah telah menyodorkan tiga jatah menteri di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

Bantahan tersebut disampaikan Prabowo melalui juru bicaranya Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Dahnil sebagai juru bicara Ketua Dewan Pembina sudah diminta Pak Prabowo untuk membatah Arief Poyuono," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosaide saat dikonfirmasi di gedung MPR/DPR, Senayan, Senin (7/10).

Andre menegaskan, yang sudah disampaikan Dahnil merupakan jawaban partainya. Yang jelas, kata Andre, mantan Danjen Kopasus tersebut tidak pernah menyodorkan tiga jatah menteri ke kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Saya rasa berdasarkan pernyataan juru bicara Ketua Dewan Pembina (Dahnil), jelas bahwa (Prabowo) tidak pernah meminta jatah jabatan menteri," tegas anggota DPR RI ini.

Sponsored

Isu Gerindra meminta jatah menteri diduga sebagai tukar guling jabatan Ketua MPR yang jatuh ke tangan Bambang Soesatyo. Padahal sebelumnya, Gerindra yang mengusung Ahmad Muzani ngotot agar pemilihan Ketua MPR dilakukan secara voting. 

Lebih lanjut Andre mengatakan, keputusan Gerindra ke depan tergantung Prabowo Subianto. 

"Keputusan Gerindra pokoknya tanya Pak Prabowo," pungkas dia.