sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pandemi Covid-19, Nasdem usul pemilihan wagub DKI ditunda

Sebagai wakil rakyat, menurut Wibi, dewan semestinya memberi contoh: Keselamatan adalah prioritas.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 16 Mar 2020 16:04 WIB
Pandemi Covid-19, Nasdem usul pemilihan wagub DKI ditunda
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta mengusulkan pemilihan wakil gubernur (wagub) ditunda. Rencananya diadakan 23 Maret 2020.

Pertimbangan Ketua Fraksi NasDem DPRD Jakarta, Wibi Andrino, kini tengah marak pandemi coronavirus anyar (Covid-19). Pun sesuai imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kita harus lihat kondisinya. Jangan sampai pemilihan wagub selesai, tapi menyebabkan penyebaran. Karena kita enggak tahu saat ini, apakah seseorang benar-benar sehat atau enggak," ujarnya di Jakarta, Senin (16/3).

"Sebagai wakil rakyat, kita juga harus mencontohkan. Bahwa keselamatan adalah yang utama. Bukan sekadar posisi politis," tuturnya.

Alasan lain, takada jaminan seseorang bebas Covid-19 kala suhunya di bawah 38 derajat celcius. Mengingat beberapa pasien yang terinfeksi tanpa gejala klinis. Seperti panas, pusing, dan flu.

"Ini langkah antisipasi," ucap Anggota Komisi A DPRD Jakarta itu. Menurutnya, penundaan berlangsung hingga kondisi dinyatakan terkendali. 

Wibi juga mengusulkan, anggota dewan membantu menyosialisasikan bahaya Covid-19. Harapannya, kesadaran publik terbangun dan mengurangi penyebarannya.

Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub Jakarta telah menyusun jadwal pemilihan. Puncaknya, rapat paripurna dengan agenda pemilihan serta pemaparan visi-misi hingga sesi tanya-jawab, 23 Maret. 

Sponsored

Sementara, kebijakan Pemprov Jakarta dalam menangani coronavirus kian ketat. Benang merahnya, pengendalian pergerakan penduduk dan pembatasan interaksi sosial (social distancing measure).

Beberapa kebijakan tersebut, seperti meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pada 15 dan 22 Maret. Lalu, meliburkan aktivitas belajar di sekolah 14 hari.

Berikutnya, pembatalan dan menolak izin kegiatan/keramaian serta penutupan destinasi wisata yang dikelolanya selama dua pekan. Juga membatasi operasional transportasi umum yang dikelolanya.

Berbagai upaya itu dilakukan, karena banyak pasien terduga maupun terinfeksi Covid-19 adalah warga Jakarta. Pun tersebar di lima wilayah administratif Ibu Kota.

Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini.

Berita Lainnya