sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pendukung Bamsoet minta tambahan jatah di kepengurusan Golkar

Hanya empat dari hampir 100 orang tim inti pendukung Bamsoet dalam komposisi pemilihan ketua umum pada Munas X yang dipilih sebagai pengurus

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Jumat, 17 Jan 2020 17:48 WIB
Pendukung Bamsoet minta tambahan jatah di kepengurusan Golkar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Tim 9 menyesalkan komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar di bawah naungan pimpinan Airlangga Hartarto. Kepengurusan tersebut dinilai tidak mencerminkan komitmen rekonsiliasi yang telah disepakati antara Airlangga dan Bambang Soesatyo menjelang Munas X partai beringin, beberapa waktu lalu.

Tim 9 merupakan pendukung Bambang Soesatyo atau Bamsoet ketika hendak mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar. Saat itu, kelompok tersebut menamakan diri sebagai Tim 9 Bamsoet dan dikomandani Cyrillus Kerong.

Juru bicara Tim 9 Viktus Murin, mengatakan Airlangga telah melakukan praktik kemunafikan politik lantaran hanya memberikan porsi yang kecil dari kubu Bambang Soesatyo dalam kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2019-2024.

"Airlangga dan rezim politiknya telah melakukan dusta politik atau praktik kemunafikan politik dengan hanya memasukan empat dari hampir 100 orang tim inti pendukung Bamsoet dalam komposisi pemilihan ketua umum pada Munas X," kata Viktus, di kawasan SCBD Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (17/1).

Keempat nama tersebut adalah, Mukhamad Misbakhun, Nusron Wahid, Robert Joppy Kardinal, dan Elvis Junaedi. Seharusnya, Airlangga mengokomodasi lebih banyak kubu Bamsoet untuk masuk dalam struktur DPP Golkar.

Oleh karena itu, Viktus meminta agar Airlangga segera merevisi struktur kepengurusan DPP Partai Golkar 2019-2024. Tujuannya untuk memulihkan situasi membelahnya internal partai berlambang pohon beringin itu atas tidak meratanya komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar.

"Pemulihan situasi internal ini merupakan hal yang bijaksana dalam rangka mengangkat keutuhan Partai Golkar, sehingga dapat bekerja secara optimal demi mencapai kejayaan Partai Golkar pada Pemilu 2024," ujar dia.

Dikabarkan sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto telah membentuk kepengurusan baru setelah terpilih kembali sebagai ketua pada Munas Golkar yang dihelat 3 Desember hingga 6 Desember 2019, di Jakarta.

Sponsored

Airlangga disebut memperhitungkan berbagai macam aspek dalam menyusun kabinetnya, di antaranya aspek fungsional, profesionalisme dan asas meritokrasi.

Aspek lain yang menjadi pertimbangan Airlangga dalam kepengurusan Golkar kali ini adalah keterwakilan perempuan sebanyak 30%, dengan melibatkan kader milenial seperti Putri Komarudin, Dyah Roro, dan Christina Aryani. 

Sebelumnya, Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet berharap susunan kepengurusan DPP Partai Golkar 2020-2025 bersifat akomodatif dan rekonsiliatif. Hal itu penting karena semua kader Golkar harus menjaga situasi yang kondusif di internal partai sehingga tidak ada kubu-kubuan.

"Semua harus dirangkul sehingga kekuatan yang ada di Partai Golkar tetap tumbuh dan menjaga sampai 2024. Kita saling bergandengan tangan bekerja sama membesarkan Partai Golkar," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Bamsoet mengatakan sudah membaca nama-nama kepengurusan Golkar baru yang beredar dan telah mengonfirmasi kepada Sekjen Partai Golkar bahwa susunan tersebut belum final. Susunan kepengurusan Golkar yang final akan disampaikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto setelah kembali dari umrah di Arab Saudi.

"Finalnya nanti sekembali Ketum Golkar dari umrah yang akan disampaikan nanti ke Kemenkumham. Jadi penjelasannya seperti itu," ujarnya.

Dia mengatakan semangat susunan kepengurusan Partai Golkar 2019-2024 bukan lagi kubu-kubuan namun yang penting semua kekuatan yang ada dirangkul. (Ant)
 

Berita Lainnya