Biayai proyek hijau, Bank Mandiri terbitkan surat utang berkelanjutan US$300 juta

Surat utang ini memiliki tenor 5 tahun, dengan kupon 2%. Surat utang ini akan digunakan untuk membiayai proyek berwawasan lingkungan.

Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (19/5/2020). Foto Antara/M Risyal Hidayat/hp.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) meraih pendanaan segar senilai US$300 juta, melalui penerbitan perdana Sustainability Bond atau surat utang berkelanjutan. Surat utang ini akan digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali proyek-proyek berwawasan lingkungan (green) dan sosial.

Sustainability Bond ini memiliki tenor lima tahun, dengan kupon sebesar 2%. Dalam penerbitan Sustainability Bond ini, Bank Mandiri menunjuk Deutsche Bank, HSBC, dan Mandiri Securities sebagai joint lead managers.

Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, penerbitan ini merupakan penerbitan Sustainability Bond pertama Bank Mandiri dan merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), yang telah disusun perseroan dan telah memenuhi standar Sustainability Bond Guidelines dari International Capital Market Association (ICMA). Selain itu, framework ini selaras dengan Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) Sustainability Bond Standards, Green Bond Standards, dan Social Bond Standards.

Bank Mandiri telah berkomitmen untuk menjalankan praktik keuangan berkelanjutan dengan menyusun RAKB yang diimplementasikan melalui tiga pilar strategis. Ketiga pilar itu adalah Sustainable Banking, Sustainable Operations dan Sustainable Corporate Social Responsibility & Financial Inclusion," kata Panji dalam keterangan resminya, Selasa (13/4).

Salah satu inisiatif dalam pilar sustainable banking adalah pembiayaan kepada sektor-sektor berkelanjutan, seperti energi baru dan terbarukan serta pembiayaan kepada proyek sosial terutama untuk segmen UMKM dan mikro.