Kembangkan UMKM, Bank DKI rilis e-Order

Sebesar 3,16% dari Rp26,47 triliun nilai kredit Bank DKI disalurkan kepada UMKM hingga Maret 2020.

Petugas Bank DKI memeriksa suhu tubuh seseorang sebelum masuk kantor layanan. Dokumentasi Bank DKI

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengapresiasi langkah Bank DKI mengembangkan platform e-Order untuk membantu sektor usaha mikro, kecil, dan  menengah (UMKM). Alasannya, menghubungkan pelaku usaha dengan pemerintah provinsi (pemprov).

"Kami sangat mengapresiasi usaha yang baik dari Bank DKI untuk turut serta memperbaiki perekonomian Jakarta dengan platform e-Order tersebut. Harapannya dengan keterlibatan berbagai pihak, mudah-mudahan Jakarta bisa segera pulih dari Covid-19 di segala bidang, termasuk perekonomian," ucapnya di Balai Kota Jakarta, Selasa (30/6).

E-Order merupakan lokapasar (marketplace) yang menghubungkan para pelaku UMKM dengan pemprov. Politikus Partai Gerindra ini sesumbar, belanja pemerintah via platform tersebut menjadi peluang UMKM untuk berkembang.

Di sisi lain, dirinya menerangkan, Pemprov Jakarta banyak membuat kebijakan pro UMKM di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19). Pertimbangannya, pelaku UMKM turut terdampak bencana nonalam nasional itu.

Karena terdampak pandemi, sambung Riza, banyak UMKM mengajukan keringanan kredit (restrukturisasi) kepada lembaga keuangan. Bank DKI, salah satunya. Berdasarkan data Bank DKI, ada 50% dari total debitur segemen UMKM perseroan yang mengajukan keringan.