Emiten perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mengalami koreksi laba bersih pada kuartal III-2018 sebesar 18,22%.
Mengutip laporan keuangan perusahaan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (27/10), laba anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) itu turun menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1,37 triliun pada kuartal III-2017.
Padahal, pada periode tersebut pendapatan perusahaan menjadi Rp13,76 triliun, naik 10,14% dari posisi akhir September 2017 sebesar Rp12,49 triliun.
Penurunan jumlah laba ini lantaran peningkatan beban pokok pendapatan menjadi Rp11,11 triliun dari sebelumnya sebesar Rp9,58 triliun. Beban pokok tersebut antara lain, penggunaan bahan baku dan biaya pengolahan, biaya panen dan pemeliharaan, perawatan infrastruktur dan peralatan kerja, gaji dan kesejahteraan karyawan serta perbaikan dan perawatan pabrik.
Koreksi laba bersih itu, membuat nilai laba per saham perusahaan juga turun dari sebelumnya sebesar Rp714,05 per saham menjadi Rp583,95 per saham.
Pada periode tersebut, perusahaan mengalami penurunan jumlah kas dan setara kas menjadi Rp194,57 miliar dari posisi akhir Desember 2017 sebesar Rp262,29 miliar.
Sementara, total aset perusahaan berjumlah sebesar Rp27,31 triliun, terdiri dari aset lancar senilai Rp5,71 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp21,60 triliun.
Untuk likuiditas, totalnya mencapai Rp 8,17 triliun dengan utang jangka pendek Rp3,68 triliun dan utang jangka panjang sebesar Rp4,49 triliun. Ekuitas perusahaan berjumlah sebesar Rp19,13 triliun pada akhir September 2018.
Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (26/10), saham AALI terkoreksi 1,26% sebesar 150 poin ke level Rp11.750 per lembar. Kapitalisasi pasar saham AALI mencapai Rp22,61 triliun dengan imbal hasil negatif 16,69% setahun.