Olahraga, pola makan seimbang, dan aktivitas sosial berperan penting dalam menjaga kesehatan otak lansia.
Demensia merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan penderitaan mendalam dan berlangsung secara bertahap, tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental, emosional, dan sosial. Penyakit ini merusak sel-sel otak secara perlahan, sehingga penderitanya mengalami penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, perubahan kepribadian, hingga kehilangan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Meski risikonya meningkat seiring bertambahnya usia, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa demensia tidak sepenuhnya tak terhindarkan. Lansia dapat menurunkan risiko demensia melalui perubahan gaya hidup yang konsisten, mulai dari menjaga aktivitas fisik, pola makan sehat, hingga keterlibatan sosial.
Dikutip dari Senior Solutions Care & Prevention, berikut lima langkah utama yang dapat membantu mengurangi risiko demensia dan menjaga kesehatan otak hingga usia lanjut:
1. Rutin beraktivitas fisik
Olahraga teratur membantu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak. Disarankan melakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, berenang, atau menari, serta dikombinasikan dengan latihan kekuatan otot.