Sosial dan Gaya Hidup

72,2% orang Indonesia berisiko keluarkan biaya lebih karena lewatkan sikat gigi sebelum tidur

Sebanyak 72,2% masyarakat Indonesia masih melewatkan sikat gigi sebelum tidur, yang dapat meningkatkan risiko masalah gigi.

Senin, 22 Juni 2026 12:24

Kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur masih belum menjadi rutinitas bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal, kebiasaan sederhana tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mencegah biaya perawatan yang lebih besar di kemudian hari.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan hanya 27,8% masyarakat Indonesia yang menyikat gigi sebelum tidur. Artinya, lebih dari 70% masyarakat berpotensi mengabaikan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut.

Menurut Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), menyikat gigi pada malam hari memiliki peran penting karena produksi air liur menurun saat tidur. Kondisi tersebut membuat bakteri lebih mudah berkembang biak di dalam rongga mulut. Sisa makanan dan minuman yang tertinggal pada gigi dapat memicu pembentukan plak, pengikisan enamel, hingga menyebabkan gigi berlubang apabila tidak dibersihkan sebelum tidur.

Risiko tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pengeluaran masyarakat untuk perawatan gigi. Laporan Global Oral Health Status Report 2022 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat biaya perawatan kesehatan gigi menempati peringkat ketiga terbesar di dunia setelah diabetes dan penyakit kardiovaskular, dengan nilai mencapai 100,87 miliar dolar AS.

Karena itu, berbagai upaya pencegahan terus didorong, termasuk melalui penggunaan produk perawatan gigi yang mengandung bahan antiseptik untuk membantu mengurangi pertumbuhan bakteri di rongga mulut selama tidur.

Haidhar Ali Faqih Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait