Brigjen Endar: Pemberhentian saya dari KPK janggal

Endar mengeklaim perintah penugasan dirinya harus berasal dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bukan usulan KPK.

Brigjen Endar Priantoro saat ditemui wartawan di Kantor Dewan Pengawas (Dewas), Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2023). Alinea.id/Gempita Surya.

Brigjen Endar Priantoro buka suara soal pencopotan dirinya dari Direktur Penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diketahui, Endar diberhentikan dengan hormat lantaran pimpinan KPK tak mengusulkan memperpanjang masa jabatannya sebagai Direktur Penyelidikan.

Terkait hal itu, Endar mengeklaim perintah penugasan dirinya sebagai anggota Polri yang ditempatkan di instansi lain, harus berasal dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Sepengetahuan saya, surat perintah penugasan saya dibuat oleh Pak Kapolri setiap tahun sekali untuk masa satu tahun. Jadi, tidak berdasar atas usulan dari KPK," kata Endar kepada wartawan di Kantor Dewan Pengawas (Dewas), Jakarta Selatan, Selasa (4/4).

Endar menilai keputusan dirinya yang diberhentikan dari Direktur Penyelidikan KPK janggal, lantaran hanya mempertimbangkan berakhirnya masa jabatan. Selain itu, Endar mengaku tidak pernah menerima informasi terkait rencana pemberhentian dirinya dari KPK. 

"Pertimbangan di SK pemberhentian saya kan hanya mempertimbangkan masalah waktu pelaksanaan tugas. Sedangkan waktu pelaksanaan tugas tidak diatur tahun berapa dan lain-lain," ujar dia.