Dijemput paksa KPK, Azis Syamsuddin miliki harta Rp100,3 miliar

Harta kekayaannya naik hampir dua kali lipat sejak periode pertama menjadi anggota DPR pada 2009-2014.

Azis Syamsuddin tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Foto Marsel. alinea.id

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa paksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Jumat (24/9) malam. Politikus Partai Golkar itu diduga kuat terlibat dalam perkara suap penanganan perkara di Pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng), Lampung. 

Azis dikabarkan sudah berstatus tersangka, yang sedianya akan diumumkan secara resmi oleh KPK pada Sabtu (25/9) dini hari sekitar pukul 01.00 Wib.

Berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Azis memiliki total harta kekayaan Rp100.321.069.365. Kekayaan bernilai ratusan miliar itu terdiri dari beberapa aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp89.492.201.000 yang berada di lokasi berbeda.

Harta kekayaannya naik hampir dua kali lipat sejak periode pertama menjadi anggota DPR pada 2009-2014. Rinciannya, tanah dan bangunan seluas 817 m2/445 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp22.501.231.000; tanah dan bangunan Seluas 241 m2/188 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp4.723.383.000; tanah dan bangunan seluas 272 m2/282 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp5.696.736.000.

Selain itu, tanah dan bangunan seluas 327 m2/200 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp8.164.721.000; tanah dan bangunan seluas 403 m2/506 m2 di Jakarta Selatan senilai Rp11.354.319.000; tanah dan bangunan seluas 869 m2/529 m2 di Jakarta Selatan Rp36.051.211.000 dan tanah dan bangunan seluas 800 m2/250 m2 di Bandar Lampung yang merupakan hasil hibah dengan akta senilai Rp1.000.600.000.