Kapolri beri penjelasan polisi yang gugur di Papua

Hasil autopsi polisi gugur karena luka tembak dan adanya pasir juga lumpur yang masuk ke dalam saluran pernapasan polisi.

Satu polisi tewas atas serangan kelompok bersenjata akibat luka tembak dan masalah pernapasan. (Mumpuni/Alinea.id)

Jasad Brigadir Sinton yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Mambramo atas serangan oleh kelompok bersenjata di Torere, Papua segera dimakamkan setelah diautopsi di rumah sakit Jaya Wijaya. Berdasarkan hasil autopsi tersebut luka tembak ditemukan di bagian kaki dan adanya pasir dan lumpur yang masuk ke dalam saluran pernapasan korban. 

Polisi menduga meski Brigadir Sinton terluka karena tembakan, namun kematiannya bukan dikarenakan hal tersebut. Melainkan karena masalah kesehatan pernapasan. 

“Hasil autopsi juga ditemukan banyak pasir, lumpur di saluran pernapasan sehingga diduganya meninggal bukan karena tembakan itu, tapi karena buruknya saluran pernapasan,” ujar Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian di Gedung Rupatama Mabes Polri pada Selasa (3/7).

Hingga saat ini satu polisi lain dan satu pendeta yang juga menjadi korban penembakan di speedboat oleh kelompok bersenjata di Papua masih belum ditemukan. Tim pencari terus menelusuri Sungai Mambaro yang medannya cukup panjang. 

Polisi juga masih menyelidiki motif penembakan kelompok bersenjata yang memanfaatkan momentum pilkada tersebut. Kapolri Tito menduga adanya kepentingan politik yang mendorong aksi kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Melodi Enumbi dan Terunis Enumbi.