sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polisi korban penembakan di Torere gugur

Satu anggota Polri dan satu pendeta yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Torere belum ditemukan.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 02 Jul 2018 11:38 WIB
Polisi korban penembakan di Torere gugur

Salah satu Polisi yang menyeburkan diri saat penembakan dua perahu motor atau speedboat di Torere sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di sungai yang jaraknya jauh dari lokasi penembakan.

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian di Taman Makam Pahlawan Kalibata (2/7) menjelaskan, telah mendapat laporan terkait polisi yang gugur telah ditemukan di sungai Mamberamo. Kata Tito, lokasi jasad Polisi yang gugur cukup jauh dari lokasi penembakan. 

Polri telah memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggotanya yang meninggal saat penugasan. Ia juga meminta kepada Kapolda setempat agar memberikan atensi dan memenuhi hak-haknya kepada keluarga yang ditinggalkan.


Kapolri Tito Karnavian menjelaskan perkembangan penembakan di Papua./(Mumpuni, Alinea). 

Selain itu, satu polisi lainnya yang juga menenggelamkan diri belum ditemukan sampai saat ini. Petugas yang masih dalam pencarian juga belum dapat menemukan senjata korban dikarenakan lokasi yang sulit.

Tidak hanya polisi saja yang masih belum ditemukan, salah satu pendeta yang ikut dalam rombongan polisi tersebut juga belum ditemukan saat kejadian. Pendeta tersebut berada di speedboat yang sama dengan kepala distrik yang lebih dulu meninggal dan dua polisi lainnya yang juga menjadi korban.

“Yang satu lagi belum ketemu mudah-mudahan selamat, juga pendeta mudah-mudahan selamat,” ujar Tito.

Polri dan TNI pun terus melakukan pencarian kepada korban yang belum ditemukan. Selain itu penambahan personil melalui jalur darat Timika sudah dilakukan untuk terus melakukan pengamanan dalam proses pengaman Pilkada di Papua.

Sponsored

Rabu pekan lalu, pemilihan kepala daerah atau Pilkada yang berlangsung di Papua diiringi dengan sejumlah tragedi. Satu hari sebelum pemilihan terjadi penembakan pesawat yang hendak mengirim logistik surat suara. 

Bahkan permasalahan pilkada masih berlangsung sampai saat pengiriman surat suara yang telah dihitung terjadi penyerangan kepada petugas dan polisi. Kronologisnya, pukul 23.00 kapal motor yang memuat rombongan pengirim surat suara yang telah dicoblos ditembak dan rencananya surat akan dibawa ke distrik Torere.

Berita Lainnya