Marak kasus mafia tanah, pakar hukum UI: Jangan terlalu absurd

Maraknya kasus mafia tanah di Indonesia bukan hal baru.

Ilustrasi tanah sengketa/Foto Antara

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji menyebut maraknya mafia tanah belakangan ini bukanlah hal baru di Indonesia. Istilah mafia tanah dinilainya dapat mengaburkan objektivitas sengketa hukum.

“Kasus mafia tanah ini bukan baru mencuat, tetapi sudah ada beberapa waktu lalu dan selalu ada kepentingan-kepentingan tertentu (vested interest) yang merusak sistem hukum yang ada,” ucapnya, dihubungi reporter Alinea.id, Jumat (12/3).

“Kalau ada sengketa hukum mengenai tanah, jangan terlalu absurd dan prejudicial bahwa ada keterlibatan mafia,” sambungnya.

Penyelesaian sengketa tanah melalui prosedur hukum justru harus diapresiasi dengan baik sebagai negara hukum. Untuk hasil akhir putusan sebaiknya diserahkan ke pengadilan, sehingga tidak menimbulkan stigma sesat seolah ada permainan mafia tanah dalam sengketa hukum tersebut.

“Justru memunculkan stigma mafia tanah inilah yang memiliki vested interest yang menyesatkan. Silahkan, apresiasi-lah negara hukum melalui penyelesaian sengketa tanah melalui jalur prosesual hukum, bukan menciptakan opini sesat adanya mafia tanah,” tutur Indriyanto.