Kelompok teroris tetap rekrut anggota saat pandemi

BNPT mencatat 84 tersangka terorisme sepanjang Januari-Juni 2020.

Personel Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Dokumentasi Polri

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar, menilai, kelompok teroris kian galak merekrut anggotamya di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19), baik secara luring (offline) maupun daring (online).

"Kelompok kerap melaksanakan aksinya melalui propaganda perekrutan, baik secara online maupun offline, selama masa pandemi Covid-19 ini," katanya saat rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/6).

Namun demikian, Boy tidak menjelaskan secara detail mengapa esktremis agresif menyebarkan pahamnya di tengah pandemi. Dia hanya mengatakan, sejatinya penyebaran paham-paham ekstrem semakin tinggi, utamanya via daring.

Dicontohkannya dengan 84 tersangka kasus terorisme yang tercatat sejak Januari hingga medio 2020. BNPT, katanya, juga telah memantau pergerakan anggota kelompok teroris lainnya yang tersebar di berbagai daerah.

"Ada 84 tersangka terkait dengan masalah jaringan kelompok teror yang selama ini dalam pengawasan, dalam penyelidikan aparat penegak hukum, dan mereka umumnya adalah merencanakan berbagai aksi-aksi, termasuk aksi-aksi serangan teror yang berhasil digagalkan," tandasnya.