KPK akan periksa Kabid Kesehatan Masyarakat Kota Cimahi

Dikke Suseno akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Komisaris RSU Kasih Bunda, Hutama Yonathan.

Plt Juru bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri. Alinea.id/Achmad Al Fiqri

Kepala bidang Kesehatan Masyarakat Kota Cimahi, Jawa Barat (jabar), Dikke Suseno, dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diminta keterangan terkait kasus dugaan suap perizinan di Kota Cimahi tahun anggaran 2018-2020.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HY (Komisaris RSU Kasih Bunda, Hutama Yonathan)," ucap Pelaksana tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri, Kamis (17/12).

Pada perkaranya, lembaga antirasuah menetapkan dua orang sebagai tersangka usai operasi tangkap tangan, Jumat (27/11). Selain Hutama, ada Wali Kota Cimahi nonaktif, Ajay Muhammad Priatna.

Kasus diawali pada 2019 saat RSU Kasih Bunda melakukan pembangunan penambahan gedung. Dalam mengurus perizinan revisi izin mendirikan bangunan (IMB), Hutama bertemu dengan Ajay di restoran kawasan Bandung, Jawa Barat.

Pada pertemuan tersebut, Ajay diduga menerima Rp3,2 miliar atau 10% dari nilai rencana anggaran biaya (RAB) yang dikerjakan subkontraktor pembangunan RSU Kasih Bunda sebesar Rp32 miliar. Pemberian dilakukan secara bertahap melalui orang kepercayaan, Ajay.