Musim hujan, Satgas Covid-19 minta pemda siapkan tempat pengungsi sesuai protokol Corona

Perkiraan terjadi bencana alam hidrometerologi yang meliputi banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, dan puting beliung.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa (22/9).Foto Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah (pemda) menyiapkan kontijensi plan bencana alam dengan menyesuaikan masa pandemi coronavirus. Langkah itu, dilakukan sebagai bentuk upaya mitigasi bencana alam dan non alam seperti wabah Covid-19.

"Kontijensi plan dan mitigasi risiko, harus disiapkan dengan matang, untuk meminimalisir kerugian bahkan korban jiwa pada sektor terdampak. Termasuk, memastikan lokasi pengungsian yang akan digunakan meminimalisir risiko penularan Covid-19, logistik dan perangkat alat kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, dalan konfrensi pers yang disiarkan secara virtual, Kamis (15/10).

Kendati meminta kontijensi plan, Wiku meminta, rekayasa posko pengungsi perlu dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Tujuannya, untuk meminimalisir penyebaran virus SARS-CoV-2. 

"Di pengungsian harus dipastikan punya masker cadangan, hand sanitizer, dan alat makan pribadi, serta tempat evakuasi yang didesain untuk dapat menjaga jarak dan harus selalu ada petugas kesehatan di sekitar pengungsian," ucapnya.

Untuk masyarakat, kata Wiku, lebih baik menghindari lokasi pengungsian di tenda. Dia menyarankan, agar dapat memanfaatkan tempat penginapan terdekat sebagai lokasi pengungsian.