Wapres: Pendidikan tinggi harus dapat mengadopsi konteks lokal

Pendidikan merupakan sarana pencetak generasi penerus bangsa yang cerdas dan unggul.

Wapres Ma’ruf Amin memberikan sambutan dalam wisuda UNSIQ pada Kamis (23/9/2021). Tangkapan Layar/YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, pendidikan tinggi diharapkan bisa menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai dengan potensi sumber daya, karakteristik, permasalahan, dan kebutuhan daerahnya.

Menurutnya, hal ini berlaku terhadap proses pengembangan program studi yang aplikatif (terapan), vokasional, dan kewirausahaan (entrepreneurship) dan juga menanamkan wawasan kebangsaan.

“Konsep pengembangan program pendidikan tinggi harus dapat mengadopsi konteks lokal di mana lembaga pendidikan tersebut berada, dengan disertai komitmen untuk mencetak lulusan dengan kompetensi sebagai profesional yang mumpuni,” ujar Wapres saat mengisi sambutan Wisuda Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) melalui kanal YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia pada Kamis (23/9). 

Ia pun juga mengingatkan bahwa pendidikan merupakan sarana pencetak generasi penerus bangsa yang cerdas dan unggul. Selain itu, pengaplikasian teknologi dan inovasi serta pengelolaan potensi sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan merupakan kebutuhan bagi masyarakat dan pemerintah. 

Maka dari itu, ia berharap agar perguruan tinggi turut berperan dalam proses pengembangan SDM yang mumpuni, penguasaan teknologi dan inovasi. Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengapresiasi keberadaan UNSIQ Jawa Tengah yang berada di wilayah strategis. Di mana terdapat pegunungan yang subur, asri, dan kaya akan sumber daya alam. Dari hal ini ia menilai bahwa daerah ini tentu membutuhkan SDM unggul yang kompeten dan terampil agar menjadikan daerahnya mandiri, maju dan sejahtera.