close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Petugas mendampingi anggota keluarga yang keluarganya menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610 untuk melakukan proses pengambilan data antemortem di Posko Utama jatuhnya Pesawat Lion Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/
icon caption
Petugas mendampingi anggota keluarga yang keluarganya menjadi salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 610 untuk melakukan proses pengambilan data antemortem di Posko Utama jatuhnya Pesawat Lion Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (29/
Nasional
Senin, 29 Oktober 2018 13:19

Pesawat yang jatuh diklaim hemat bahan bakar

Boeing 737 MAX memiliki keunggulan dalam bahan bakar. Bahkan, Boeing ini diklaim lebih hemat 20% dibandingkan generasi 737 saat ini.
swipe

Pesawat Lion air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak sejak lepas landas dari Bandar Soekarno-Hatta pukul 06.10 WIB. Seharusnya pesawat itu mendarat pada pukul 07.20 WIB di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang.

Badan SAR Nasional mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut jatuh. Pesawat tersebut adalah armada baru, merupakan Boeing 737 MAX 8 yang diterima Lion Air, tiga bulan lalu. Menurut Public Relations Manager Lion Air Group Andy M Saladin, dikutip dari lionair.co.id, Juli 2018 mengatakan bahwa Lion Air merupakan maskapai pertama di Indonesia yang mengoperasikan MAX 8.

"Sebagai maskapai pertama di Indonesia yang mengoperasikan MAX 8, tentunya kami sangat bangga. Pesawat baru ini akan mendukung kami untuk dapat terus mengembangkan rute-rute perjalanan ke destinasi yang lebih jauh lagi, dan menjalankan peran penting dalam menghadirkan biaya penerbangan yang terjangkau," katanya.

Boeing 737 MAX memiliki keunggulan dalam bahan bakar. Bahkan, Boeing ini diklaim lebih hemat 20% dibandingkan generasi 737 saat ini. Menariknya, Boeing 737 MAX 8 dapat terbang selama 7 jam 30 menit tanpa mengisi bahan bakar. Daya jelajah dari Boeing ini akan meningkatkan kemampuan varian B737 Next Generation (NG) dari 350-570 mil laut lebih jauh menjadi 3500 mil laut.

Kenyamanan mesin juga patut diacungi jempol dengan kemampuannya meredam suara mesin hingga 40%. Selain itu, penumpang pesawat dapat membawa bagasi lebih banyak. Pesawat dengan registrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8 ini dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018. Pesawat dinyatakan laik operasi.

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja dengan co-pilot Harvino bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula.

Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan co-pilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.

Saat ini, Lion Air mengoperasikan 113 pesawat yang terdiri dari Boeing 737-800/900 ER/MAX 8 dan Airbus A320-300. (Ant)

img
Satriani Ari Wulan
Reporter
img
Satriani Ari Wulan
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan