Rencana impor 1,5 juta ton beras, PKS: Program food estate gagal

Ini akan mencederai perasaan petani yang tengah memasuki masa tanam dan panen.

Ilustrasi. Foto Antara.

Anggota Komisi IV DPR RI, Hermanto, menilai, rencana Pemerintah untuk mengimpor 1 juta ton beras bertentangan dengan program food estate. Ini akan mencederai perasaan petani yang tengah memasuki masa tanam dan panen.

"Nah atas impor 1 juta ton beras ini, kami memandang bahwa ini tidak cocok dengan program yang terkait dengan food estate, dan petani saat ini juga sedang seriusnya menanam dan panen," ujat Hermanto, dalam rapat paripurna yang disiarkan secara virtual, Senin (8/3).

Hermanto menilai, rencana pemerintah untuk mengimpor 1 juta ton beras amat kontradiksi dengan pernyataan Kementerian Pertanian (Kementan) yang selalu memberikan info Indonesia alami surplus beras.

"Jadi, bila pemerintah mengadakan 1 juta ton impor beras, ini adalah sungguh sangat menyakii hati petani yang sudah kerja keras, dan ini kalau dilakukan, kami anggap bahwa food estate ini dianggap gagal," tegas Hermanto.

"Kami minta supaya 1 juta ton beras yang akan diimpor ini, supaya ditinjau ulang, dan anggarannya supaya dimaksimalkan untuk pemberdayaan pembelian beras petani yang sedang panen di areal food estate yang sekarang sudah alami panen," imbuh Hermanto.