Temuan beras 'batu' di Banten, Menteri Muhadjir turun tangan

Beras bantuan sosial yang disalurkan harus sesuai standar pemerintah.

Petugas menata paket bansos pemerintah kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19/Foto Antara/M Risyal Hidayat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy merespons temuan beras bansos 10 Kg pada masa PPKM tak layak konsumsi yang viral di sosial media. Menteri Muhadjir melakukan sidak atas temuan beras Perum Bulog yang menggumpal seperti batu di Kabupaten Pandeglang, Banten itu kemarin.

Ia mengingatkan, agar beras bantuan sosial yang disalurkan sesuai standar pemerintah. Minimal berkualitas medium atau layak konsumsi. "Jangan sampai kita gak mau makan beras itu malah kita berikan kepada orang lain. Karena itu berasnya medium yang kita tetapkan," ujar Muhadjir Effendy dikutip dari laman Kemenko PMK, Sabtu (7/8).

Kini, persoalan beras 'batu' yang diterima para keluarga penerima manfaat sudah ditarik dan diganti dengan beras baru layak dikonsumsi. "Sudah diganti dari para Keluarga Penerima Manfaatnya. Dan beras itu sudah ditarik. Bahkan yang ditarik bukan hanya beras yang bermasalah tapi seluruhnya ditarik dan dicek semuanya. Dan itu saya kira ini langkah yang cepat dan bagus," lanjut Muhadjir.

Pada kesempatan itu, ia meminta agar kepala daerah setempat menyalurkan beras bansos dari produksi petani lokal. Tujuannya, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Menko PMK juga mengingatkan agar petani dan tengkulak lokal menahan diri agar tidak meraup untung berlebihan di tengah pandemi.

"Ini penting, karena kita harapkan produksi petani di daerah itu betul-betul terserap dan termanfaatkan," bebernya.