Setelah bergabung dengan Centivax, Friede akhirnya berhenti menyuntikkan bisa ke tubuhnya pada 2018.
Hari-hari setelah tragedi 11 September 2001 membekas dalam ingatan banyak orang. Namun, bagi Tim Friede, peristiwa itu menjadi pemicu keputusan yang sangat tidak lazim: ia turun ke ruang bawah tanah dan membiarkan dirinya digigit oleh dua ular paling mematikan di dunia.
Empat hari kemudian, ia terbangun dari koma.
"Saya tahu rasanya mati karena gigitan ular," ujarnya kepada AFP melalui panggilan video dari rumahnya di kota kecil Two Rivers, Wisconsin, Amerika Serikat.
Alih-alih trauma, pengalaman nyaris kehilangan nyawa itu justru memperkuat tekad Friede. Ia berjanji akan lebih berhati-hati — namun bukan untuk berhenti. Sejak tahun 2000 hingga 2018, pria yang dulunya bekerja sebagai mekanik truk ini telah disuntik bisa ular lebih dari 650 kali dan membiarkan tubuhnya digigit lebih dari 200 kali.
Motivasinya bukan untuk sensasi, tetapi demi sebuah tujuan yang bahkan terdengar mustahil: membangun kekebalan tubuh total terhadap bisa ular. Praktik ekstrem ini dikenal sebagai mithridatisme, teknik kuno yang nyaris tak ada lagi yang berani mencobanya.