Pemimpin Hizbullah menolak rencana perundingan Lebanon-Israel, sebut itu siasat untuk melucuti senjata di tengah konflik yang memanas.
Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, mendesak pemerintah Lebanon untuk menarik diri dari rencana perundingan dengan Israel di Amerika Serikat. Ia menilai langkah tersebut hanya akal-akalan untuk melemahkan Hizbullah.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Qassem meminta pemerintah mengambil sikap tegas dengan menolak menghadiri pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa tujuan utama perundingan itu adalah melucuti senjata Hizbullah.
“Israel secara jelas menyatakan bahwa tujuan negosiasi ini adalah untuk melucuti Hizbullah. Jadi, bagaimana mungkin ikut dalam perundingan yang tujuannya sudah jelas?” ujar Qassem dilansir dari Al-jazeera, Selasa (14/4).
Qassem juga menegaskan kelompoknya tidak akan menyerah terhadap tekanan.
“Kami tidak akan berhenti atau menyerah. Biarkan medan perang yang berbicara,” tegasnya.