Peristiwa

Kekerasan di Madrasah Sampang, alarm darurat dunia pendidikan

Insiden pengeroyokan guru di Sampang jadi alarm darurat kekerasan pendidikan. JPPI desak perlindungan ganda guru dan siswa serta penegakan hukum.

Senin, 09 Februari 2026 11:14

Insiden viral pengeroyokan seorang guru oleh wali murid di Kabupaten Sampang menjadi alarm keras darurat kekerasan di dunia pendidikan Indonesia. Maraknya kasus kekerasan di sekolah dan madrasah yang belakangan muncul secara beruntun menunjukkan ekosistem pendidikan nasional sedang tidak baik-baik saja dan belum menunjukkan tanda penurunan yang berarti.

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai peristiwa yang terjadi pada 5 Februari 2026 tersebut bukan sekadar kasus kriminal, melainkan cermin rapuhnya sistem perlindungan guru dan anak, serta problem serius komunikasi di lingkungan satuan pendidikan.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Mataraji, menjelaskan bahwa motif penganiayaan dipicu oleh ketidakterimaan salah satu tersangka karena anaknya sempat dipukul oleh korban saat kegiatan belajar mengajar di sebuah madrasah.

JPPI mengecam keras aksi pengeroyokan terhadap guru.

“Sekolah adalah tempat adu pikiran, bukan adu otot layaknya ring tinju,” tegas Ubaid, Senin (9/2).

Kudus Purnomo Wahidin Reporter
sat Editor

Tag Terkait

Berita Terkait