Kim Jong Un kembali ditunjuk sebagai Sekjen Partai Buruh di tengah sorotan nuklir dan isu suksesi Ju Ae.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korea dalam kongres partai yang digelar di Pyongyang pada Minggu. Pengumuman ini disampaikan media pemerintah dan dinilai tidak mengejutkan, mengingat keluarga Kim telah memimpin negara tersebut sejak akhir 1940-an.
Media pemerintah KCNA menyebutkan bahwa di bawah kepemimpinan Kim, Korea Utara berhasil meningkatkan secara radikal kemampuan pencegahan perang, dengan kekuatan nuklir sebagai porosnya.
Melansir BBC, Selasa (24/2), penunjukan kembali ini terjadi di tengah berlanjutnya pengembangan program nuklir Korea Utara, meskipun negara tersebut menghadapi sanksi internasional yang telah berlangsung lama. Pyongyang secara rutin melakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang dilarang. Namun, sifat tertutup rezim membuat sulit untuk menilai sejauh mana kemajuan militer yang sebenarnya telah dicapai.
Kim mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya pada 2011 dan sejak itu menginvestasikan sumber daya besar dalam program senjata nuklir. Langkah ini menjadikan Pyongyang tantangan yang lebih besar bagi negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat.
Kongres Partai Buruh Korea yang kesembilan dimulai pada 19 Februari dan kini memasuki hari keempat. Sebelum kongres dimulai, Korea Utara memamerkan apa yang diklaim sebagai peluncur roket berkemampuan nuklir.