Presiden Myanmar perintahkan Suu Kyi dipindah ke tahanan rumah di tengah sorotan global atas upaya Junta memperkuat legitimasi kekuasaan.
Presiden baru Myanmar Min Aung Hlaing memberikan keringanan terhadap status penahanan mantan Presiden, Aung San Suu Kyi dengan memindahkannya ke tahanan rumah setelah sebelumnya ditahan secara tertutup sejak kudeta 2021. Kebijakan ini muncul di tengah sorotan internasional terhadap situasi politik dan kemanusiaan di Myanmar.
Suu Kyi sebelumnya ditahan usai pemerintahannya digulingkan oleh militer yang kini dipimpin Min Aung Hlaing. Ia menghadapi berbagai tuduhan yang oleh kelompok hak asasi manusia dinilai bermotif politik untuk menyingkirkannya dari kekuasaan.
Melansir BBC, Senin (4/5), kabar pemindahan ke tahanan rumah ini disebut sebagai bagian dari langkah pelonggaran yang dilakukan pemerintah saat ini. Namun, sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan dalam struktur kekuasaan yang masih didominasi militer.
Putra Suu Kyi, Kim Aris, mengaku belum mendapat konfirmasi langsung terkait kondisi terbaru ibunya. Ia berharap pemindahan tersebut benar terjadi dan diikuti dengan akses komunikasi.
“Jika dia benar-benar dipindahkan ke tahanan rumah, saya berharap dia diizinkan berkomunikasi dengan saya dan para pengacaranya,” ujarnya.